Rupiah Melemah ke Rp 18.029 per US$ Imbas Data Ekonomi AS
Rupiah dibuka melemah 0,11% ke level Rp 18.055 per dolar Amerika Serikat, merujuk pada laman Bloomberg pada Selasa pagi (4/8). Padahal rupiah sempat menguat 0,14% dibandingkan akhir pekan lalu menjadi Rp 17.997 per dolar AS pada akhir perdagangan Senin (3/8/2026).
Mata uang Garuda berada di level Rp 18.029 per dolar AS per pukul 09.10 WIB berdasarkan pantauan Katadata.co.id.
Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan hari ini di tengah menguatnya kembali dolar Amerika Serikat (AS) setelah rilis data manufaktur Negeri Paman Sam yang lebih baik dari ekspektasi.
Di sisi lain, pelaku pasar memilih bersikap wait and see menjelang sejumlah rilis data ekonomi penting dari dalam dan luar negeri sepanjang pekan ini.
Analis Doo Financial Lukman Leong memperkirakan rupiah akan cenderung berkonsolidasi dengan potensi pelemahan yang terbatas.
"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas oleh rebound pada dolar AS setelah data manufaktur AS lebih kuat dari ekspektasi. Investor cenderung wait and see menantikan beberapa data ekonomi besar baik dari dalam maupun luar negeri yang akan dirilis pekan ini," ujar Lukman kepada Katadata, Selasa (4/8).
Menurut dia, membaiknya data manufaktur AS mendorong penguatan indeks dolar AS sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Namun, tekanan itu diperkirakan tidak terlalu besar karena pelaku pasar masih menahan diri sambil menunggu arah baru dari berbagai indikator ekonomi yang akan dipublikasikan dalam beberapa hari ke depan.
Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.950 hingga Rp 18.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
