BPS: Konsumsi Pemerintah Melonjak 15,97%, Ditopang MBG dan Gaji ke-13 ASN

Ade Rosman
5 Agustus 2026, 13:42
MBG, konsumsi pemerintah
ANTARA FOTO/Andry Denisah/nz
Seorang siswa membawa ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 57 Kendari, Kelurahan Alolama, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/8/2026). Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sulawesi Tenggara mencatat program MBG telah menjangkau 112.193 penerima manfaat atau setara dengan 90,66 persen dari target sebanyak 123.756 penerima manfaat dengan total 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kota Kendari.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Konsumsi pemerintah menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi pemerintah tumbuh 15,97% secara tahunan atau year-on-year (yoy), antara lain didorong oleh pembayaran gaji ke-13 dan  belanja Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mengatakan, seluruh komponen pengeluaran dalam perekonomian Indonesia pada triwulan II-2026 tumbuh positif.

“Komponen pengeluaran yang tumbuh tinggi yaitu konsumsi pemerintah didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa pada kuartal ini,” kata Edy dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (5/8).

Edy menyebut, peningkatan konsumsi pemerintah tidak terlepas dari pembayaran gaji ke-13 bagi ASN, TNI, dan Polri, serta percepatan pembayaran tunjangan tenaga pendidik non-PNS.

Belanja pemerintah juga terdorong oleh peningkatan realisasi belanja barang dan jasa, terutama belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat, salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Selain itu konsumsi pemerintah juga tumbuh didorong oleh peningkatan realisasi belanja barang dan jasa terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa salah satunya Program Makan Bergizi Gratis,” kata Edy.

Konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian Indonesia. BPS mencatat, konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi 53,32% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan tumbuh 5,06% pada kuartal II-2026.

Dari sisi sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan andil 2,67 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi.

BPS mencatat, pertumbuhan konsumsi masyarakat didorong oleh meningkatnya aktivitas saat periode libur dan hari besar keagamaan nasional. Beberapa komponen yang tumbuh tinggi antara lain konsumsi restoran dan hotel sebesar 6,47%, serta transportasi dan komunikasi sebesar 5,71%.

Selain konsumsi masyarakat dan pemerintah, investasi juga menjadi pendorong utama ekonomi pada kuartal II-2026. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,87% dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 29,36%.

PMTB memberikan sumber pertumbuhan sebesar 2,06 poin persentase. Pertumbuhan investasi tercermin dari peningkatan beberapa komponen seperti kendaraan yang tumbuh 26,03%, peralatan lainnya sebesar 16,18%, serta peningkatan realisasi investasi berdasarkan data BKPM sebesar 7,14%.

Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi pengeluaran, kontribusi terbesar berasal dari konsumsi rumah tangga, PMTB, dan konsumsi pemerintah.

BPS mencatat total kontribusi konsumsi rumah tangga dan investasi mencapai 82,68% terhadap PDB Indonesia.

Sementara itu, komponen ekspor neto masih memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan sumber pertumbuhan sebesar minus 0,78 poin persentase.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...