Purbaya Buka Suara soal Pedagang Pentol hingga Tukang Becak Masuk Desil 9

Ade Rosman
26 Agustus 2026, 14:00
purbaya, desil
Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan memperbaiki Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) usai munculnya keluhan masyarakat yang diklasifikasikan dalam desil 9 hingga 10. 

“Makanya sedang diperbaiki itu DTSEN-nya. Saya ngeluarin uang cukup banyak ke BPS tahun ini (2026) ya,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (26/8). 

Desil adalah suatu sistem pengelompokan penduduk atau keluarga ke dalam 10 kelompok yang masing-masing mencakup sekitar 10% populasi berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Semakin tinggi desil dari skala 1-10 itu, maka masyarakat kelompok tersebut semakin sejahtera. 

Purbaya mengaku, telah menggelontorkan banyak anggaran untuk BPS.  Karena itu, ia optimistis, kekeliruan data telah diperbaiki.

“Jadi DTSEN sama sensus itu kalau enggak salah hampir Rp 7 triliun, Rp 7 triliun lebih sedikit ya, dengan macam-macam ya, Cukup banyak termasuk BPS,” kata dia. 

Menurut dia, BPS meminta penambahan anggaran kepada Kemenkeu pada awal 2026 dan telah dipenuhi. "Penambahan anggaran kita penuhi untuk memastikan DTSEN-nya bagus. Jadi tahun depan (2027) seharusnya sih akan lebih baik. Kalau salah satu dua kan biasanya selalu ada kalau di-survey ya, tapi saya harapkan tahun depan lebih rapi,” kata dia. 

Ketidaksesuaian pengelompokkan desil masyarakat akan berdampakdengan penyaluran bantuan sosial (bansos) hingga pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Teranyar, pemerintah berencana membatasi desil 9-10 untuk membeli BBM jenis pertalite. 

Sejumlah keluhan sebelumnya muncul mengenai ketidaksesuaian desil dengan kodisi ekonomi masyarakat ini belakangan muncul di media sosial. Tukang becak hingga pedagang pentol disebut masuk ke dalam desil 9-10 atau dua teratas. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...