Keyakinan Konsumen Naik, Purbaya Klaim Efek Stimulus Mulai Terasa

Ade Rosman
9 September 2026, 16:27
purbaya, keyakinan konsumen, IKK, stimulus
ANTARA FOTO/Fauzan/tom.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia (BI) mencatat, keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat pada Agustus 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kenaikan IKK adalah hasil dari stimulus pemerintah yang digulirkan sejak akhir Juli.

Berdasarkan survei Bank Indonesia, IKK mencapai 118,5, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 116,8. Purbaya menilai, kenaikan tersebut adalah pembalikan arah setelah sempat menurun beberapa bulan sebelumnya. 

"Kemungkinan besar beberapa stimulus yang kita berikan di akhir Juli, awal Agustus mulai terlihat di sistem perekonomian,” kata Purbaya, di kantornya, Rabu (9/9).

Ia menilai, perbaikan sentimen konsumen sejalan dengan kondisi pasar modal dan pasar keuangan yang mulai membaik. Menurut dia, perkembangan di sektor keuangan dapat merefleksikan mulai adanya perbaikan dalam perekonomian riil.

“Perbaikan yang terlihat di pasar modal, pasar keuangan, itu merefleksikan adanya perbaikan riil di perekonomian kita,” katanya. 

Ia menuturkan, tren penurunan IKK sebelumnya telah berlangsung selama berbulan-bulan sejak awal tahun. Karena itu, menurutnya pembalikan arah pada Agustus menjadi sinyal positif.

Ia juga optimistis perbaikan keyakinan konsumen akan berlanjut pada bulan berikutnya. Purbaya memperkirakan IKK pada September akan meningkat lebih tinggi karena menurutnya dampak kebijakan pemerintah pada paruh kedua 2026 belum sepenuhnya tercermin dalam data Agustus.

“September harusnya lebih naik lagi. Yang pembalikan di paruh keduanya mungkin belum terlalu tercakup, terbaca sepenuhnya. Nanti September harus naik lagi ke level yang tinggi,” kata Purbaya.

Di sisi lain, Purbaya mengakui konsumsi masyarakat masih perlu diperkuat. Menurutnya, sejumlah stimulus yang telah diberikan pemerintah masih akan memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi.

Salah satunya melalui penempatan dana pemerintah sebesar Rp 400 triliun di perbankan. Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan tambahan bantuan sebesar Rp 29 triliun kepada pemerintah daerah yang menurut Purbaya akan masuk ke dalam sistem perekonomian.

“Harusnya sih otomatis naik lebih tinggi lagi, karena stimulus-nya masih ada stimulus ekonomi,” katanya.

Di sisi lain, Purbaya juga membatasi bunga Badan Layanan Umum (BLU) milik pemerintah 80% dari BI rate.

“BLU punya pemerintah, saya minta bunganya hanya 80% dari BI Rate,” kata Purbaya. 

BI mencatat kenaikan IKK ditopang oleh membaiknya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini serta ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) naik menjadi 109,4 pada Agustus 2026 dari 107,9 pada bulan sebelumnya. Sedangkan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) meningkat menjadi 127,6 dari 125,7.

BI mencatat, kenaikan IKE terutama didorong oleh meningkatnya dua komponen pembentuknya, yakni Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG). IKLK tercatat sebesar 104,1 pada Agustus, naik dari 101,1 pada bulan sebelumnya. Sementara IPDG meningkat menjadi 106,1 dari 104,1.

Di sisi lain, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) juga masih berada dalam level optimistis dengan posisi 118,0. Selain kondisi ekonomi saat ini, ekspektasi konsumen terhadap perekonomian dalam enam bulan ke depan juga meningkat. 

BI mencatat, kenaikan IEK didorong oleh peningkatan seluruh komponen pembentuknya. Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) meningkat menjadi 134,9 dari 133,6. 

Kemudian, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) naik menjadi 125,7 dari 123,1. Sedangkan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) meningkat menjadi 122,1 dari 120,4.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...