BI Diprediksi Tak Bakal Lagi Kerek Suku Bunga, Ini Faktornya

Image title
10 September 2026, 16:15
Bank Indonesia
Agung Samosir|KATADATA
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 bps sepanjang tahun ini menjadi 5,75%. Senior Economist DBS Bank Radhika Rao memperkirakan tidak akan ada kenaikan lagi karena target suku bunga untuk mengendalikan inflasi dalam sasaran telah tercapai.

“Untuk inflasi, kami melihat masih berada dalam target Bank Indonesia. Artinya, untuk tahun ini, kami menilai puncak suku bunga BI sudah tercapai,” kata Radhika dalam acara media breafing on multinational investment outlook, Kamis (10/9).

Dalam skenario dasar DBS, Radhika memperkirakan tidak akan ada lagi kenaikan suku bunga oleh BI. Menurutnya, kondisi tersebut juga tercermin dari perkembangan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Tingkat imbal hasilnya mulai mencapai puncak dan frekuensi lelang juga telah dikurangi,” ujarnya.

Menurut dia, BI sebelumnya telah mengambil sejumlah langkah secara pre-emptive untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan. Dengan kebijakan tersebut, BI kini dinilai berada dalam posisi untuk menunggu perkembangan ekonomi global sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Ia juga menilai prospek kebijakan moneter BI juga berkaitan erat dengan kondisi stabilitas makroekonomi, terutama pergerakan rupiah, pasar obligasi, dan saham.  Meskipun impor meningkat dan kinerja perdagangan tidak sekuat sebelumnya, arus modal yang masuk ke Indonesia masih cukup positif.

Arus modal tersebut berasal dari sejumlah kanal, termasuk penanaman modal asing langsung (foreign direct investment/FDI), investasi portofolio di pasar surat utang, serta instrumen SRBI.

Kondisi tersebut membuat DBS melihat posisi neraca pembayaran Indonesia tidak akan terlalu lemah. Arus modal yang kuat dinilai mampu mengimbangi kinerja perdagangan yang masih relatif lemah.

“Perdagangan memang lemah, tetapi arus modal kuat. Kedua faktor tersebut saling mengimbangi sehingga tidak menimbulkan masalah neraca pembayaran,” kata Radhika.

Menurut dia, kondisi neraca pembayaran yang tetap terjaga menjadi salah satu fondasi penting bagi stabilitas rupiah.

“Jika neraca pembayaran bukan merupakan masalah, rupiah dapat tetap relatif stabil. Itulah dukungan fundamental bagi mata uang,” ujarnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...