Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) mengumumkam untuk mempertahankan suku bunganya pada kisaran 3,5% hingga 3,75% pada Rabu waktu setempat (29/7).
Bank Indonesia menaikkan Suku Bunga BI secara agresif 100 bps menjadi 5,75% dalam sebulan untuk menjaga stabilitas Rupiah dan mengendalikan inflasi jangka panjang.
Ekonom BCA David Sumual menilai BI masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga dalam rangka menjamin stabilitas dan daya tarik aset rupiah sekaligus menjangkar ekspektasi inflasi.
Nilai tukar rupiah dibuka melemah 43 poin di level 17.837 per dolar AS meski BI telah menaikkan suku bunga acuannya dalam keputusan RDG kemarin (18/6).
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan langkah agresif kenaikan suku bunga dilakukan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global.