Kemensos Bantah Jatah Bansos Dipangkas Demi MBG

Ade Rosman
11 September 2026, 18:53
bansos,
ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Sosial membantah rumor pemangkasan anggaran bantuan sosial dialihkan untuk program Makan Bergizi Gratis. 

Tenaga Ahli Kemensos Andy Kurniawan mengatakan, kuota untuk bansos tidak berubah meski ada perubahan terkait skema penyalurannya menggunakan data desil. Ia membantah, terdapat pemangkasan anggaran bansos untuk dialihkan ke program MBG. 

“Selama ini dikira pemerintah menerapkan desil dalam rangka menekan bansos agar bansosnya dikurangi, mau dipindah ke MBG. Apakah benar? Tidak. Bansosnya tetap, kuotanya tetap,” kata Andy dalam diskusi Metodologi Desil, di Politeknik Statistika STIS, Jakarta Timur, Jumat (11/9). 

Andy menuturkan, tidak ada perubahan terkait jumlah penerima bansos. Ia menjelaskan, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tetap mencapai 10 juta penerima, Bantuan Pegawai Non-Tunai (BPNT) mencapai 18 juta penerima, serta Penerima Bantuan Iuran (PBI)  mencapai 96 juta penerima. 

Namun, ia menegaskan, pemerintah memfokuskan penerima bansos untuk masyarakat yang masuk golongan desil 1 hingga 4 pada 2026.

“Lihat sekarang, di kuartal III ini sudah tidak ada lagi mereka yang berada di desil 5 sampai desil 10 yang terima PKH dan Sembako. Semuanya sudah ada di desil 1 sampai 4. PBI juga demikian, bertahap pelan-pelan,” kata dia.

Andy menjelaskan, transisi ini dilakukan pemerintah secara bertahap agar tidak memunculkan guncangan di masyarakat. 

Setelah transisi dilakukan, menurut dia, tercatat sekitar 4,33 juta keluarga penerima bansos baru yang berasal dari kelompok desil 1 hingga 4. 

“Hasilnya, sekarang ada sekitar 4,3 juta sepanjang kami pakai DTSEN, ada sekitar 4,3 juta KPM baru yang selama ini tidak pernah menerima bansos, hari ini bisa menerima bansos. Sejak DTSEN kami pakai," kata Andy.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...