Saham SoftBank Melonjak Usai Terbitkan Obligasi Rp 200 T untuk Suntik OpenAI
Saham SoftBank Group melonjak lebih dari 7% pada perdagangan Kamis (23/9) setelah pasar Jepang kembali dibuka usai libur tiga hari. Kenaikan terjadi setelah perusahaan investasi teknologi ini mengumumkan penerbitan obligasi senilai US$ 11,1 miliar atau hampir sekitar Rp 200 triliun guna mendanai investasi lanjutan di OpenAI.
Dilansir dari CNBC, SoftBank menerbitkan surat utang senior berdenominasi dolar AS senilai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 178 triliun dan surat utang berdenominasi euro senilai €1 miliar atau sekitar US$ 1,14 miliar atau Rp 20,29 triliun.
Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai pembayaran US$ 10 miliar, tahap ketiga sekaligus terakhir dari investasi lanjutan SoftBank senilai US$ 30 miliar atau sekitar Rp 534 triliun di OpenAI. Transaksi investasi itu diperkirakan rampung pada 1 Oktober.
Rencananya, sebagian dana hasil penerbitan obligasi juga akan digunakan untuk kebutuhan korporasi umum.
Penerbitan obligasi ini dinilai menunjukkan besarnya langkah CEO SoftBank Masayoshi Son dalam memperluas investasi perusahaan di sektor kecerdasan buatan (AI).
SoftBank sebelumnya menyepakati investasi US$ 30 miliar di OpenAI pada Februari. Setelah transaksi tersebut rampung, total investasi kumulatif SoftBank di perusahaan pembuat ChatGPT itu akan mencapai US$ 64,6 miliar.
Investasi tersebut juga akan memberikan SoftBank kepemilikan sekitar 13% saham OpenAI setelah transaksi selesai.
Penggalangan dana terbaru SoftBank dilakukan ketika investor semakin mencermati strategi perusahaan dalam membiayai ekspansi besar-besaran di sektor AI. Penerbitan obligasi menjadi salah satu sumber pendanaan yang digunakan SoftBank untuk memenuhi komitmen investasinya tanpa sepenuhnya mengandalkan kas internal perusahaan.
