Menkeu Suahasil Akan Perketat Anggaran Usai Arahan Efisiensi dari Prabowo
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah akan terus melakukan penghematan sesuai arahan dari Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Rabu (21/10).
“Supaya kami bisa membiayai items-items pengeluaran negara yang memang diperlukan untuk kesejahteraan masyarakat. Maksudnya begitu,” ujar Suahasil.
Prabowo sebelumnya mengatakan Indonesia saat ini masih menghadapi banyak tantangan yang sangat besar, termasuk kesulitan, dan gangguan yang terus menghadang. Salah satunya aksi ditakut-takuti lembaga pengelola indeks global MSCI sebelumnya tengah mempertimbangkan menurunkan status pasar modal Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) ke pasar mandiri (standalone market).
Kondisi ini terjadi bersamaan dengan rakyat Indonesia yang juga terus berharap lebih banyak kepada pemerintah. “Kalau perlu kita adakan penghematan besar-besaran, kita lebih hemat lagi nanti,” ucapnya.
Belanja Negara Meningkat
Pemerintah mengalokasikan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp 1.300 triliun pada kuartal IV 2026. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bendahara negara mengatakan, pemerintah masih mencari ruang efisiensi anggaran untuk memastikan belanja negara berjalan optimal.
“Untuk Q4 ini, APBN akan belanja sekitar Rp 1.300 triliun, lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun 2025 yaitu Rp 1.200 triliun,” kata Suahasil dalam konferensi pers usai rapat terbatas ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10).
Suahasil menyebut, pemerintah tetap melakukan penelaahan dan efisiensi anggaran untuk sisa 2026. Langkah ini, kata dia, merupakan bagian dari upaya rutin pada akhir tahun untuk memastikan anggaran terlaksana secara efisien tanpa menghentikan program-program pemerintah.
Menurut Suahasil, efisiensi bukan berarti memangkas atau menghentikan belanja, melainkan mencari cara agar target dan keluaran program dapat dicapai dengan penggunaan anggaran yang lebih optimal.
“Poinnya adalah bukan tentang potong anggarannya, tetapi bagaimana mencapai output dari yang direncanakan dengan pelaksanaan yang efisien,” kata dia.
Ia mencontohkan perubahan pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilainya telah membawa perubahan positif dalam pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut. Hasilnya, kata dia, ruang efisiensi dalam pelaksanaan MBG dapat terbuka.
Suahasil berharap, peningkatan belanja pada kuartal IV dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga pelaksanaan layanan publik dan perlindungan sosial. Salah satu program yang mulai bergulir pada kuartal IV adalah bantuan pangan yang diharapkan dapat mendorong konsumsi masyarakat serta meningkatkan kontribusi belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi.
