Program Rekening Gratis Sasar 25 Juta Jiwa, Butuh Anggaran Rp1,28 Triliun

Ade Rosman
22 Oktober 2026, 15:23
Sejumlah siswa membawa buku tabungan pada kegiatan Bulan Literasi Keuangan di SDN Kepatihan Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (2/5/2025). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Bulan Literasi Keuangan dengan membukakan seribu rekening perbankan bagi
ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/nym.
Sejumlah siswa membawa buku tabungan pada kegiatan Bulan Literasi Keuangan di SDN Kepatihan Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (2/5/2025). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Bulan Literasi Keuangan dengan membukakan seribu rekening perbankan bagi para siswa sebagai upaya menanamkan budaya menabung dan mengenal produk keuangan sejak dini guna membentuk kebiasaan mengelola keuangan dari lingkup terkecil.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,28 triliun untuk meluncurkan program 'Satu Orang Satu Rekening’. Program ini menyasar 25 juta warga berusia 17 tahun yang masuk dalam desil 1-4.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan mengatakan program itu dibuat untuk mempercepat inklusi keuangan dan meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sosial (bansos).

“Setoran awal disiapkan Rp 50.000 (per rekening),” kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKAD) Tahun 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10).

Airlangga menuturkan, dari program ‘satu orang satu rekening’ ini pemerintah memproyeksikan peningkatan inklusivitas keuangan dari 93% mendekati 99%.

Airlangga menuturkan, data penerima disusun oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan Bank Syariah berdasarkan pendataan sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Ia menegaskan, pembukaan rekening baru ini bukan sekadar mengejar angka inklusi keuangan, melainkan menjadi infrastruktur utama penyaluran berbagai program perlindungan sosial.

“Ini kita dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan hanya soal pembukaan rekening saja,” katanya.

Nantinya, tambah Airlangga, rekening yang terintegrasi ini langsung digunakan untuk penyaluran sejumlah stimulus ekonomi pada kuartal IV-2026. Sejumlah bantuan itu yakni: Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp 300.000 per bulan yang ditujukan bagi 13,3 juta pekerja dengan ambang gaji hingga Rp 3,5 juta.

Lalu Bantuan Pangan Beras, dengan total anggaran Rp 17,55 triliun untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat. Kemudian pembebasan PPh Pasal 21, fasilitas PPh Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi pekerja dengan penghasilan hingga Rp 10 juta.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...