Konten investasi dan keuangan semakin ramai di media sosial. Namun, influencer tidak bisa sembarangan memberikan informasi, edukasi, hingga rekomendasi produk keuangan karena ada batasan
BRI mendorong literasi dan inklusi keuangan melalui edukasi, termasuk dalam Bulan Inklusi Keuangan 2026, agar masyarakat cerdas menggunakan layanan keuangan digital.
Bank Mantap memperluas akses perbankan bagi lansia dan pensiunan melalui layanan digital dan mobil keliling. Literasi keuangan menjadi bekal agar nasabah dapat bertransaksi dengan aman.
Financial Healing 2026 mengedepankan pentingnya literasi keuangan digital untuk mengantisipasi risiko penipuan dan menciptakan transaksi yang aman di era finansial digital.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat aturan tentang penyampai informasi sektor jasa keuangan atau financial influencer dalam POJK Nomor 6 Tahun 2026.
Survei OJK menunjukkan Inklusi Keuangan Indonesia capai 93,61%, namun literasi keuangan masih 69,57%, menciptakan kesenjangan berisiko di tengah pesatnya transaksi digital.
Kisah Agus Purwanto mengembangkan konter pulsanya di Semarang menjadi Agen BRILink yang sukses melayani beragam transaksi keuangan harian warga dan mendongkrak perekonomian lokal.
Kolaborasi Split Bill dan Agen Laku Pandai mengantarkan bank bjb meraih Radar Banten Awards 2026 atas inovasi yang memperluas akses keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM.
Kisah Dedikasi Mantri BRI, Dewi Natalia, selama 15 tahun dalam mendorong inklusi keuangan dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat di pedesaan Indonesia.
Sebanyak 0,12% rekening menguasai 70,85% simpanan nasional. Di sisi lain, investasi digital menunjukkan distribusi aset yang lebih merata dan membuka peluang akumulasi kekayaan lebih luas.
OJK mengumumkan Indeks Literasi Keuangan nasional naik menjadi 69,57% pada 2026, melampaui target RPJMN, menandakan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengambilan keputusan keuangan.