Singapura Panggil 10 Perusahaan soal Karhutla, Pemerintah Yakin FDI RI Aman

Ade Rosman
29 Oktober 2026, 21:13
singapura, investasi asing, karhutla
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM Rosan Roeslani.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani merespons langkah pemerintah Singapura memanggil 10 perusahaan Indonesia terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menilai positif langkah tersebut sebagai upaya penyelesaian persoalan karhutla.

Rosa n memastikan, pemanggilan 10 perusahaan yang diduga terkait dengan karhutla di Indonesia itu tidak akan berpengaruh terhadap foreign direct investment (FDI) atau investasi asing langsung ke Indonesia.

“Kebetulan saya kan kemarin juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura ya, Pak Vivian, dan menyampaikan bahwa komitmen untuk baik itu investasi maupun hal-hal lainnya itu tetap siap, tetap terbuka,” kata Rosan kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (29/10).

Dalam pertemuan itu, Rosan menyebut terjadi komunikasi terkait peluang memperkuat kerja sama antara kedua negara. “Kami juga akan lebih memperkuat lagi dalam rangka koordinasi, kerja sama agar peningkatan baik dari mungkin dalam konteks investasi ini bisa makin meningkat,” kata Rosan.

Pemerintah Singapura sebelumnya memanggil 10 perusahaan yang terdaftar di Singapura dan beroperasi di Indonesia pada Rabu (28/10).  Pemanggilan 10 perusahaan tersebut dilakukan oleh Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong, Menteri Senior K Shanmugam, serta Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Grace Fu.

Kesepuluh perusahaan itu yakni Asia Pulp & Paper Company Limited, Asia Pulp & Paper Company (China) Limited, Bumitama Agri Ltd, Golden Agri International Pte Ltd, First Resources Ltd, Indofood Agri Resources Ltd, Kencana Agri Ltd, TSH Global Plantation Pte Ltd, TSH Oversea Pte Ltd, dan Wilmar International Ltd.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...