PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) meneruskan pengeboran di sumur minyak lapangan Jatisari, Subang. Target kedalaman 3.350 meter.
10
Menembus Bumi Menjemput Energi (Rig On Shore Pertamina)
Foto ke 1 dari 10
PDSI merupakan anak perusahaan dari PT. Pertamina (Persero) yang telah beroperasi selama lebih dari delapan tahun. Perusahaan ini bergerak dalam bidang eksplorasi dan eksploitasi pengeboran minyak dan gas bumi, serta panas bumi. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

 

Suara azan magrib terdengar di antara bising mesin pompa penyedot lumpur dan dentuman mesin bor di sumur minyak lapangan Jatiasri-9 (Jas-9) milik PT Pertamina EP, Subang, Jawa Barat. Sore itu, para pekerja PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), anak perusahaan PT Pertamina, bergegas menuju ruang rapat di antara deretan kontainer tempat tinggal sementara saat masa pengeboran. Selain pergantian jam kerja, mengulas permasalahan yang dihadapi dalam proses pengeboran. Dengan yel-yel penuh semangat, mereka awali pengeboran yang akan berlanjut pada malam itu.

Pengeboran yang ditargetkan sedalam 3.350 meter ini menggunakan rig cyber-55 berkekuatan 1500hp (horse power). Rig dikontrol secara akurat dengan sistem komputer, yang bisa mengawasi semua peralatan, ditopang lima mesin genset berkekuatan 600 volt. Ini satu dari 10 rig cyber yang dimiliki PDSI.

Setelah pergantian shift kerja, para pekerja langsung menempati pos masing-masing dari pukul tujuh malam hingga tujuh pagi. Pekerjaan dimulai dengan memasukkan mata bor untuk membawa lumpur guna mengikis lapisan batuan di bumi, melapisi dinding sumur dengan semen agar tidak runtuh saat mata bor dan pipa dimasukkan ke dalam sumur mencari sampel lapisan batuan untuk dianalisa dan dievaluasi.

Tak peduli percikan oli dan lumpur mengenai muka saat hujan turun, mereka terus berjibaku mengebor hingga kedalaman tertentu. Ada risiko ledakan akibat tekanan lumpur dan gas yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Proses pengeboran yang rumit pun teratasi dengan kerja sama pekerja di atas lantai sumur.

Artikel Terkait
Pertamina berjanji setelah menjadi operator akan meningkatkan produksi ke 250 ribu barel per hari (bph) dalam lima tahun ke depan.