Foto: Di Balik Bara Pabrik Tahu Berbahan Bakar Sampah Plastik

Penulis: Arief Kamaludin

Editor: Muchamad Nafi

21/11/2019, 19.45 WIB6 Foto

Pemilik pabrik memakai sampah plastik untuk menjaga api dalam tungku tetap membara. Banyak bahan kimia berbahaya yang timbul dan mengkontaminasi tahu.

Pada mulanya New York Times yang menyoroti Dusun Klagen, Tropodo. Laporan media Amerika Serikat pada kamis pekan lalu itu melansir ada puluhan pabrik tahu di desa yang terletak di Kecamatan Krian, Sidoarjo itu menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar produksinya.  

Bukan cara mengolah sampah yang menjadi perhatian, tapi efek buruk dari pembakaran plastik ini terhadap kualitas tahu. Asap dan abu dari plastik yang terbakar diduga memicu racun.

Setelah berita itu, Desa Tropodo di Jawa Timur ini menjadi buah bibir di masyarakat. Padahal, salah satu pabrik sudah beroperasi selama 20 tahun dengan memakai sampah plastik untuk memanaskan tungku kedelai, juga untuk menggoreng tahunya.

Kepala Dusun Klagen, Arifin, menyatakan sampah plastik digunakan untuk menjaga agar api dalam tungku tetap membara. Ketika api terlihat mulai mengecil, dia mulai masukkan sampah plastik yang baru. Baginya, banyak kelebihan dari bahan bakar sampah plastik ini. Selain, mudah terbakar, api yang dihasilkan lebih besar daripada memakai kayu bakar.

(Baca: Jokowi Minta Pengelolaan Sampah di Kawasan Wisata jadi Prioritas)

Kondisi ini yang disorot organisasi non-profit Internasional Pollutans Elimination Network (IPEN). Menurut mereka, dari pembakaran ini bisa menimbulkan bahan kimia berbahaya, lalu mengkontaminasi produksi tahu. Zat kimia yang dihasilkan di antaranya dioksin, polybrominated diphenyl ethers, polychlorinated biphenyls, dan short-chain chlorinated paraffins.

Hasil pengujian mereka, terutama pada telur di Desa Tropodo, menunjukkan kadar dioksinnya paling tinggi. Zat ini dinilai termasuk salah satu polutan berbahaya lantaran dapat memicu berbagai penyakit seperti kanker, cacat lahir, dan parkinson.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, seperti dilansir Kompas, menyatakan sampah plastik yang dijadikan bahan bakar produsen tahu di Tropdo tak masuk lewat jalur impor reguler. Sebab, pemerintah telah menerbitkan larangan impor sampah plastik. Sampah plastik itu masuk bersamaan dengan impor bahan baku kertas ke beberapa perusahaan di sekitar Sidoarjo dan Mojokerto.

Selengkapnya
Bahan Bakar Limbah Plastik
Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku telah meminta Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN) membantu para produsen tahu di Tropodo, Sidarjo, untuk mengonversi bahan bakar sampah plastik menjadi bahan bakar minyak atau gas.

Bahan Bakar Limbah Plastik
Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Seorang pekerja pabrik tahu menambahkan plastik ke tungku pembakaran di salah satu pabrik tahu yang menggunakan bahan bakar sampah plastik di Tropodo, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (20/11/2019).

Bahan Bakar Limbah Plastik
Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.

Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di salah satu pabrik tahu yang menggunakan bahan bakar sampah plastik di Tropodo, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (20/11/2019)

Bahan Bakar Limbah Plastik
Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.

laporan gabungan Ecoton dan Nexus3 Foundation, yang berbasis di Indonesia, menyatakan Telur dari salah satu ayam yang diternakkan di kawasan Desa Tropodo, memiliki tingkat dioksin, polutan penyebab kanker, cacat lahir dan penyakit parkinson, tertinggi yang pernah dicatat di Asia

Bahan Bakar Limbah Plastik
Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.

Asap dan abu yang dihasilkan oleh plastik yang terbakar memiliki dampak yang jauh dan beracun

Bahan Bakar Limbah Plastik
Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.

Aktivis Lingkungan Ecoton menyerukan agar pemerintah menegakkan aturan terkait larangan bakar sampah plastik karena diduga akibat pembakaran sampah plastik ini menyebabkan ayam kampung di Tropodo, Sidoarjo terancam teracuni dioksin dan berdampak pada telur yang dihasilkannya.