[Foto] Kerugian Ditanggung Pemerintah, KPK Tetap Usut Kasus Woosh
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melanjutkan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, walaupun Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan bertanggung jawab atas kerugian proyek itu.
Wakil Ketua KPK Johanis Tanak seperti yang dikutip dari Antara, menjelaskan pengusutan tersebut bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya tindak pidana korupsi.
Oleh sebab itu, dia mengatakan jika ditemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Whoosh, KPK akan memberitahukannya kepada Presiden Prabowo Subianto
Sebelumnya Prabowo mengatakan bahwa ia akan bertanggung jawab atas penyelesaian Whoosh yang belakangan ini menjadi sorotan. "Tidak ada masalah, saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya," ujar Prabowo saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/11).
Sedangkan, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan permasalahan keuangan yang ditimbulkan Kereta Cepat menjadi “bom waktu” perusahaan. KAI diperkirakan harus menanggung kerugian Whoosh hampir 4 triliun sejak 2022-2024.
Nilai tanggungan terhadap kerugian Whoosh paling besar terjadi pada tahun lalu yakni hingga Rp 2,24 triliun. Sementara itu kerugian yang ditanggung KAI pada tahun ini diproyeksikan mencapai Rp 1,2 triliun.
Katadata/Fauza Syahputra
Penumpang berada di ruang tunggu Stasiun Kereta Cepat Woosh Halim, Jakarta, Senin (10/11/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melanjutkan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, walaupun Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan bertanggung jawab atas kerugian proyek itu.
Katadata/Fauza Syahputra
Penumpang berjalan di dekat miniatur Kereta Cepat Woosh di Stasiun Woosh Halim, Senin (10/11/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melanjutkan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, walaupun Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan bertanggung jawab atas kerugian proyek itu.
Katadata/Fauza Syahputra
Penumpang mengantre di pintu pemeriksaan tiket di Stasiun Kereta Cepat Woosh Halim, Jakarta, Senin (10/11/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melanjutkan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, walaupun Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan bertanggung jawab atas kerugian proyek itu.
Katadata/Fauza Syahputra
Penumpang berjalan menuju Kereta Cepat Woosh di Stasiun Woosh Halim, Jakarta, Senin (10/11/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melanjutkan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, walaupun Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan bertanggung jawab atas kerugian proyek itu.
Katadata/Fauza Syahputra
Penumpang berjalan menuju Kereta Cepat Woosh di Stasiun Woosh Halim, Jakarta, Senin (10/11/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melanjutkan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, walaupun Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan bertanggung jawab atas kerugian proyek itu.
Katadata/Fauza Syahputra
Petugas mengarahkan penumpang yang akan menaiki Kereta Cepat Woosh di Stasiun Woosh Halim, Jakarta, Senin (10/11/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melanjutkan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, walaupun Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan bertanggung jawab atas kerugian proyek itu.
Katadata/Fauza Syahputra
Penumpang berjalan menuju Kereta Cepat Woosh di Stasiun Woosh Halim, Jakarta, Senin (10/11/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melanjutkan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, walaupun Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan bertanggung jawab atas kerugian proyek itu.
Katadata/Fauza Syahputra
Penumpang berjalan menuju Kereta Cepat Woosh di Stasiun Woosh Halim, Jakarta, Senin (10/11/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melanjutkan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, walaupun Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan bertanggung jawab atas kerugian proyek itu.
Katadata/Fauza Syahputra
Kereta Cepat Woosh berangkat dari Stasiun Halim menuju Bandung, Senin (10/11/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melanjutkan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, walaupun Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan bertanggung jawab atas kerugian proyek itu.
Katadata/Fauza Syahputra
Kereta Cepat Woosh berangkat dari Stasiun Halim menuju Bandung, Senin (10/11/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melanjutkan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, walaupun Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan bertanggung jawab atas kerugian proyek itu.
Katadata/Fauza Syahputra
Kereta Cepat Woosh tiba di Stasiun Halim, Jakarta, Senin (10/11/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melanjutkan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, walaupun Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan bertanggung jawab atas kerugian proyek itu.
Katadata/Fauza Syahputra
Penumpang turun dari Kereta Cepat Woosh setelah tiba di Stasiun Halim, Jakarta, Senin (10/11/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melanjutkan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, walaupun Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan bertanggung jawab atas kerugian proyek itu.