Transisi Dari Praktik Open Dumping Menuju Controlled Landfill di TPST Bantargebang (Foto: Katadata/Fauza Syahputra) Show
Katadata/Fauza Syahputra
Fauza Syahputra
5 Agustus 2026, 16:41

[Foto] Wajah Baru Pengelolaan Sampah Bantargebang

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah transformasi sistem pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dengan melakukan transisi dari praktik open dumping menuju controlled landfill.

Open dumping merupakan praktik membuang sampah di lahan terbuka tanpa pengelolaan sementara controlled landfill menerapkan pemadatan dan penutupan sampah dengan tanah secara berkala untuk mengurangi bau dan pencemaran.

Pembehanan ini dijalankan secara bertahap yang dimulai sejak 1 Agustus 2026 dengan menghentikan praktik open dumping di beberapa titik-titik buang.

Selanjutnya dilakukan pemasangan geomembran alias plastik kedap air pada TPST Bantargebang untuk melindungi area timbunan dan mengurangi cemaran air lindi ke lingkungan.

Pemrov DKI Jakarta menargetkan pada tahun ini area yang tertutup geomembran mencapai lima sampai enam hektar. Sementara porsi sampah yang masih ditangani secara open dumping ditargetkan turun menjadi 50,34 persen.

Pemprov DKI Jakarta membidik praktik open dumping di TPST Bantargebang dihentikan sepenuhnya pada 2029. Ini sejalan dengan target 100 persen sampah terkelola pada tahun tersebut, sesuai roadmap alias peta jalan yang dirancang pemerintah pusat.

Sementara itu Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Agung Pujo Winarko menjelaskan bahwa praktik controlled landfill bukan hanya satu-satunya solusi mengurangi sampah di Bantargebang, melainkan masyarakat harus turut andil dalam pengolahan sampah dari sumbernya.

Sebelumnya pada 30 April 2026, Gubernur Pramono Anung meneken Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 yang mewajibkan warga untuk memilah dan mengelola sampah.

Targetnya, hanya sampah residu yang perlu diangkut ke tempat pembuangan sampah. Dengan kata lain, mengurangi beban Bantargebang yang telah menampung sekitar 55 juta ton sampah.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas, Fauza Syahputra
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini