Pemprov DKI Jakarta Benahi Pasar Kramat Jati, 614 Pedagang Direlokasi ke Lokbin (Foto: Katadata/Fauza Syahputra) Show
Katadata/Fauza Syahputra
Fauza Syahputra
4 September 2026, 07:15

[Foto] Pemprov DKI Benahi Pasar Kramat Jati, 614 Pedagang Direlokasi ke Lokbin

Pemprov DKI merelokasi sebanyak 614 pedagang yang ini berjualan di Jalan Raya Bogor, sekitar Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, ke Lokasi Binaan (Lokbin) yang berada di samping Mal Lippo Plaza.

Pemindahan ini dilakukan untuk menata kawasan tersebut agar menjadi lebih rapi dan mengembalikan fungsi jalan karena selama ini aktivitas pedagang memicu kemacetan dan membuat kumuh wilayah Kramat Jati

Gubernur Pramono Anung menyebut proses penataan ini dilakukan dengan lebih humanis dengan sebelumnya memberikan himbauan yang dilakukan dalam waktu satu minggu, dari 24 sampai 31 Agustus 2026.

“Menurut saya hal yang prinsip adalah kalau selama ini pendekatannya adalah melakukan penggusuran, memindahkan digusur, saya meminta alternatif yang lebih humanis. Untuk itu harus ada tempat yang layak untuk mereka bisa berjualan. Memang prosesnya pasti tidak gampang,” ujar Pramono saat meninjau lokbin pedagang pada Selasa (1/9)

Kendati demikian, Pramono mengakui belum semua pedagang dapat langsung dipindahkan ke lokasi binaan karena keterbatasan tempat yang hanya bisa digunakan sekitar 120 pedagang.

Dari sekitar 614 pedagang yang ditata, sebanyak 331 pedagang akan ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7. Kemudian, 193 pedagang ikan dipindahkan ke lokbin Kramat Jati.

Sementara 45 pedagang kue ditempatkan di Lokbin Cililitan dan 45 pedagang lainnya diarahkan ke pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya.

Para pedagang yang telah dipindahkan ke Lokbin Pasar Ikan Kramat Jati akan mendapatkan keringanan dengan dibebaskan biaya retribusi selama enam bulan. Setelah masa penggratisan retribusi selesai, pedagang akan dikenakan biaya sebesar Rp180.000 per bulan atau sekitar Rp6.000 per hari.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara, Fauza Syahputra
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini