Kepercayaan Publik terhadap Kemampuan Pemerintah Tangani Corona Turun

Pemerintah dinilai belum bisa menurunkan jumlah pasien covid-19 dan penyebaran virus yang masih cukup pesat tiap harinya.
Dimas Jarot Bayu
24 April 2020, 13:53
virus corona, covid 19, pandemi corona, kepercayaan publik,
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/pras.
Hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di perbatasan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (24/4/2020). Kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah menangani pandemi corona turun.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Tingkat kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah mengatasi pandemi corona dinilai semakin turun. Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai hal tersebut lantaran pemerintah hingga saat ini belum bisa menurunkan jumlah pasien yang terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Selain itu, penyebaran virus corona di Indonesia pun masih cukup pesat setiap harinya. Menurut Qodari, kedua faktor tersebut yang menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat atas kemampuan pemerintah menangani corona.

"Saya pribadi kalau mengulang pertanyaan apakah mampu atau tidak mampu, dugaan saya yang mengatakan mampu akan cenderung menurun," ujarnya melalui webinar yang diadakan Pusat Riset dan Respon Bencana Universitas Indonesia, Jumat (24/4).

(Baca: Pemerintah Bantah Memanipulasi Data Corona, Jubir: Tak Ada Untungnya)

Dia mengatakan bahwa kedua faktor tersebut hingga saat ini belum bisa ditangani pemerintah karena ada beberapa dimensi yang belum dikerjakan pemerintah secara optimal. Dimensi pertama berkaitan dengan upaya pemerintah melakukan penelusuran kontak pasien positif secara agresif dan sistematis.

Dimensi kedua berkaitan dengan upaya pemeriksaan secara massal. Meski Jokowi sudah menargetkan 10 ribu pemeriksaan setiap hari, Qodari menilai saat ini hal itu sulit untuk dilaksanakan.

Sebab, pemerintah masih terkendala minimnya alat PCR di berbagai laboratorium. Tak hanya itu, ada keterbatasan reagen untuk pemeriksaan menggunakan metode PCR. "Celakanya permintaan Jokowi untuk contact tracing dan testing massal belum terealisasi," katanya.

Lebih lanjut, ada masalah struktural dalam penanganan corona di Indonesia. Menurut Qodari, kementerian/lembaga masih berjalan masing-masing dalam mengatasi pandemi corona.

(Baca: Imbas Corona, Perum Damri Pangkas Tunjangan Karyawan)

Padahal, pemerintah telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Ketua BNPB Doni Monardo. "Pendekatan penanganan Covid-19 ini pada praktiknya masih struktural," kata dia.

Selain itu, dimensi partisipasi publik juga masih belum dikelola dengan baik oleh pemerintah. Menurut Qodari, pemerintah harus bisa mendistribusikan berbagai bantuan dari publik kepada daerah-daerah yang memang kekurangan. "Pemerintah perlu memperbaiki penanganan Covid-19 di segala dimensi," ucapnya.

Indo Barometer sebelumnya menggelar survei opini publik pada 10-16 Maret 2020 yang menanyakan soal keyakinan mereka atas kemampuan pemerintah mengatasi corona di Indonesia. Hasilnya, 64,3% publik yakin pemerintah Indonesia mampu menangani pandemi corona, sementara 35,7% responden lainnya menyatakan sebaliknya.

(Baca: Mewaspadai Bahaya Gelombang Kedua Virus Corona)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait