Vaksinasi & Pulihnya Ekonomi Dunia Kerek Harga Minyak RI Tembus US$ 70

Harga minyak naik berkat program vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia mempercepat kembalinya aktivitas ekonomi yang mendongkrak permintaan minyak.
Image title
5 Juli 2021, 16:27
harga minyak, harga minyak mentah indonesia, vaksin covid 19
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Tampak area Refinery Unit V Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur (22/7).

Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) pada Juni 2021 menembus US$ 70 per barel, tepatnya US$ 70,23. Angka tersebut naik US$ 4,74 per barel dari US$ 65,49 per barel pada Mei 2021.

Kementerian ESDM menyampaikan kenaikan juga dialami Sumatera light crude (SLC) sebesar US$ 4,57 per barel dari US$ 66,25 per barel menjadi US$ 70,82 per barel pada Juni 2021. Ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM No. 120.K/HK.02/MEM.M/2021 tentang Penetapan Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Juni 2021.

Ada beberapa faktor yang mendongkrak harga minyak dunia pada Juni 2021. Seperti menguatnya fundamental pasar minyak yang ditandai dengan peningkatan permintaan di Amerika Serikat, Tiongkok dan Eropa. Serta perbaikan aktivitas ekonomi dunia hasil dari percepatan program vaksinasi Covid-19.

"Presiden Iran terpilih, yang lebih konservatif, menimbulkan potensi tidak tercapainya kesepakatan atas perjanjian nuklir AS-Iran dan berujung pada tidak terlaksananya rencana penghapusan sanksi kepada Iran serta rencana ekspor minyak mentah Iran," ujar Tim Harga Minyak Indonesia dalam keterangan tertulis, Senin (5/7).

Selain itu, peningkatan penggunaan kendaraan bermotor di AS seiring pelonggaran pembatasan aktivitas dan tingkat vaksinasi yang terus meningkat.

Energy Information Administration (EIA) melaporkan penurunan stok minyak mentah AS pada Juni 2021 yang cukup signifikan sebesar 24 juta barel menjadi 452,3 juta barel bila dibandingkan bulan Mei 2021 (479,3 juta barel). Ini menjadi level terendah sejak Maret 2020, serta penurunan stok gasoline yang di luar perkiraan pada pertengahan Juni 2021.

Peningkatan harga minyak mentah juga didorong naiknya permintaan global. IEA melalui laporan Juni 2021, memperkirakan permintaan minyak global akan kembali ke tingkat pra-pandemi pada akhir tahun 2022, meningkat sebesar 5,4 juta barrel of oil per day (bopd) pada 2021 dan 3,1 juta bopd pada 2022.

Sedangkan OPEC melalui laporan Juni 2021, menyampaikan permintaan minyak mentah global pada kuartal II 2021 meningkat 11,99 juta bopd (14,4%) dibandingkan periode yang sama 2020, dengan pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 5,5% di pada 2021.

Simak jatuh bangun harga minyak akibat pandemi Covid-19 sepanjang tahun lalu pada databoks berikut:

Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh pulihnya permintaan. Terutama oleh Tiongkok seiring peningkatan utilisasi kilang yang mencapai level tertinggi di pada Juni 2021 sebesar 82,4%.

Penyebab lainnya yakni permintaan minyak mentah dari India yang tetap kuat, dengan peningkatan di tahun 2021 sebesar 10,82% dibandingkan dengan tahun 2020. "Peningkatan permintaan produk gasoline di China, 5% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun 2019," kata Tim Harga.

Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Juni 2021, sebagai berikut:

- Dated Brent naik sebesar US$ 4,29 per barel dari US$ 68,75 per barel menjadi US$ 73,04 per barel
- WTI (Nymex) naik sebesar US$ 6,19 per barel dari US$ 65,16 per barel menjadi US$ 71,35 per barel
- Basket OPEC naik sebesar US$ 4,90 per barel dari US$ 66,91 per barel menjadi US$ 71,81 per barel
- Brent (ICE) naik sebesar US$ 5,10 per barel dari US$ 68,31 per barel menjadi US$ 73,41 per barel

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait