Kemenkes Alokasikan Vaksin Pfizer Tahap Awal Untuk Jabodetabek

Image title
21 Agustus 2021, 15:56
pfizer, vaksin covid-19, vaksin virus corona, kementerian kesehatan, kemenkes
ANTARA FOTO/Fauzan/foc.
Petugas cargo menurunkan envirotainer berisi vaksin COVID-19 Pfizer dari pesawat setibanya di Terminal Cargo Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (19/8/2021).

Indonesia telah menerima 1.560.780 dosis vaksin Covid-19 Pfizer pada Kamis (19/8). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan vaksin tersebut akan dialokasikan untuk program vaksinasi gratis di wilayah Jabodetabek.

Masyarakat yang bisa mengikuti vaksinasi ini adalah yang sebelumnya belum pernah menerima vaksin. Prioritas pemberian ke wilayah ini karena vaksin Pfizer membutuhkan sistem logistik yang lebih kompleks dibandingkan vaksin jenis lainnya.

Vaksin ini membutuhkan penanganan dan penyimpanan khusus dan harus segera digunakan karena secara spesifikasi harus disimpan dalam tempat dengan suhu sangat rendah, antara -90 hingga -60 derajat Celsius.

“Vaksin harus disiapkan oleh petugas kesehatan yang sudah dilatih menggunakan teknik tertentu dalam menangani rantai dingin, termasuk cara mencairkan dan mengencerkan vaksin sebelum disuntikan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Widyawati, dalam siaran pers, Sabtu (21/8).

Pengadaan lebih 1,5 juta dosis vaksin Pfizer menggunakan skema pembelian langsung. Secara bertahap, 50 juta vaksin Pfizer akan tiba di Indonesia tahun ini melalui skema tersebut.

Jumlah tersebut tidak termasuk vaksin Pfizer yang akan didapatkan secara gratis melalui skema GAVI/Covax sebanyak 4,6 juta dosis dalam beberapa minggu kedepan.

Vaksin Pfizer telah memperoleh Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM pada 14 Juli 2021, sehingga bisa langsung disuntikkan kepada masyarakat.

Saat ini terdapat 6 jenis vaksin yang digunakan di Indonesia untuk melawan virus Covid-19, yaitu vaksin CoronaVac buatan Sinovac asal Tiongkok; vaksin AstraZeneca asal Inggris, vaksin Moderna dan Pfizer asal Amerika Serikat (AS), vaksin Sinopharm, dan vaksin Covid-19 buatan PT  Bio Farma yang diproduksi dengan bahan baku dari Sinovac.

“Pemerintah terus mendatangkan vaksin terbaik dari berbagai produsen dalam rangka mengamankan ketersedian vaksin untuk melindungi 208 juta rakyat Indonesia yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19,” tutur Widyawati.

Meski terdapat beberapa jenis vaksin di Indonesia, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak pilih-pilih vaksin karena pemerintah sudah menjamin keamanan dan khasiat dari vaksin yang digunakan saat ini.

“Kembali saya tekankan, jangan pilih-pilih vaksin, semuanya aman dan berkhasiat dan segera lakukan vaksinasi,” ujarnya.

Hingga Kamis (19/8), Kemenkes mencatat sebanyak 30.230.233 orang di Indonesia telah menerima dua dosis vaksin Covid-19. Jumlah itu setara dengan 54,3% dari total penerima dosis pertama yang sebanyak 55.637.234 orang.

Dari jumlah tersebut, vaksinasi dosis pertama di dalam negeri baru mencakup 26,7% dari target sasaran yang sebanyak 208.265.720 orang. Cakupannya pun baru sebanyak 14,5% dari target untuk dosis kedua. Simak databoks berikut:

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait