Huawei Uji Coba Ekosistem Mobile Service Pengganti Layanan Google

Kini telah tersedia hingga 450 aplikasi dalam ekosistem Huawei Mobile Service yang tengah diuji cobakan.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
26 Desember 2019, 10:59
huawei, huawei mobile service,
123RF.com
Huawei mulai mengujicoba layanan Huawei Mobile Service (HMS) sebagai pengganti layanan Google Play Service.

Huawei Technologies akhirnya menguji coba layanan seluler Huawei Mobile Service (HMS) di pasar Tiongkok sebagai pengganti layanan Google Play Service. Ekosistem milik Huawei ini menawarkan sejumlah aplikasi dasar untuk ponsel pintar atau smartphone seperti telepon, SMS, email, dan lainnya.

Berdasarkan laporan dari Gizmochina, Selasa (24/12), Huawei merilis dua aplikasi beta untuk publik yakni HMS dan HMS Core. Layanan ini dilengkapi dengan beberapa perbaikan bug dan fitur baru serta peningkatan kinerja.

Fitur-fitur baru pada aplikasi antara lain akun Huawei, aplikasi pembayaran dan dompet elektronik internal, notofikasi pesan, dan sebagainya. Aplikasi-aplikasi tersebut juga diklaim memberikan layanan yang lebih stabil dan berkualitas kepada pengguna smartphone Huawei.

Uji coba aplikasi HMS Core, disebut sebagai model pasar aplikasi kecil yang mengintegrasikan instalasi dan pengunduhan enam layanan HMS dasar. Keenam layanan dasar ini termasuk layanan gim, fido dan keamanan, pembelian, verifikasi identitas, pindai kode, machine learning, dan aplikasi lainnya.

(Baca: Huawei P40 dan P40 Pro Dirilis Maret 2020 Tanpa Aplikasi Google)

Perlu diketahui, peluncuran aplikasi dan layanan ini karena Huawei tidak bisa menggunakan aplikasi dan layanan Google mengingat pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menempatkan perusahaan itu ke dalam daftar hitam. Sehingga Huawei tidak bisa berbisnis dengan salah satu dari perusahaan teknologi yang berbasis di AS. 

Untuk mengatasi ketergantungan pada Google, Huawei meluncurkan layanan selulernya sendiri dengan HMS. Sesuai data yang dikeluarkan oleh perusahaan, per Agustus 2019, HMS telah berkembang pesat dan sekarang memiliki lebih dari 1 juta pengembang yang menggunakan dengan HMS Core, serta telah memiliki lebih dari 450 aplikasi di platformnya.

Hal ini juga menjadi dorongan besar bagi sistem operasi perusahaan, HarmonyOS alias HongMeng OS yang diluncurkan beberapa bulan lalu. Sistem operasi buatan sendiri dari Huawei ini bertujuan untuk menjadi solusi 'satu pintu' untuk semua perangkat keras perusahaan dan akan segera memberi daya pada smarthphone Huawei dan Honor.

Sebagai informasi, smartphone Huawei P40 dan P40 Pro yang bakal diluncurkan pada Maret 2020 mendatang di Paris akan disokong oleh HMS. Nasib serupa sebelumnya telah dialami oleh smartphone Huawei yang diluncurkan September lalu, yakni Mate 30. Ponsel pintar ini juga tidak dukung oleh layanan Google.

(Baca: Tahun Depan, Huawei Fokus Kembangkan Sistem Operasi Pengganti Android)

 

Reporter: Cindy Mutia Annur

Video Pilihan

Artikel Terkait