Pemerintah Salurkan Bansos Rp 72 Triliun ke 29 Juta Keluarga Miskin

Bansos Rp 72 triliun telah dibagikan dalam bentuk program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, dan bansos tunai maupun non-tunai kepada 29 juta keluarga termiskin.
Image title
15 Agustus 2020, 19:46
bansos covid-19, bantuan sosial, covid-19, pandemi corona
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/NZ
Warga menerima bantuan sosial (Bansos).

Pemerintah membuat tiga program bantuan sosial (bansos) untuk menanggulangi dampak Covid-19 khusus bagi masyarakat dengan kategori miskin, yakni Program Keluarga Harapan (PKH), program kartu sembako, dan program bansos tunai maupun non-tunai.

"Ketiganya (program) diperuntukan bagi 29 juta keluaga termiskin sudah diberikan uang tunai langsung Rp 72 triliun," kata Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin dalam video conference pada Sabtu (15/8).

Rincian dari Rp 72 triliun itu yakni, pertama, dana untuk PKH telah tersalurkan Rp 27 triliun dari total anggaran Rp 37,4 triliun. Artinya, dana sudah terserap hingga 72%. Program ini disalurkan kepada 10 juta keluarga termiskin di desil 1 dan 2.

Kedua, program kartu sembako diberikan kepada masyarakat berkategori miskin di desil 1 sampai 4 atau mencakup 20 juta keluarga termiskin. Pagu anggaran untuk program ini sebesar Rp 43,6 triliun.

Advertisement

Dari Rp 43,6 triliun anggaran yang disiapkan pemerintah, realisasi anggaran baru mencapai 59%. "Sampai Agustus, Pemerintah sudah salurkan Rp 26 triliun untuk kartu sembako," kata Budi.

Ketiga, program khusus untuk kelompok miskin yang terdampak Covid-19, yaitu bansos tunai dan non-tunai. Anggaran disiapkan sebesar Rp 39,2 triliun untuk 10,9 juta keluarga. Realisasi program ini sudah mencapai 49%.

Menurut Budi, Pemerintah akan terus menjalankan ketiga program ini hingga 120 juta orang masyarakat berpendapatan rendah terbantu saat pandemi Covid-19.

"Kami kejar penyerapan ke program utama dan program lainnya yang dijalankan kementerian terkait, kami fokus di program besar miliki pagu anggaran besar agar cepat cepat hingga akhir tahun," ujarnya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait