Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 31,7 T, Akan Perluas ke Sektor Produksi

Seiring dengan mulai pulihnya perekonomian di dalam negeri, Bank Mandiri aktif mendorong penyaluran KUR untuk pemulihan sektor usaha mikro, kecil dan menengah.
Image title
25 November 2021, 20:35
bank mandiri, kredit usaha rakyat, kur
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Karyawan Bank Mandiri mengenakan pakaian adat kebaya menghitung uang saat melayani nasabah di salah satu kantor cabang di Jatinegara, Jakarta, Selasa (21/4/2020).

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mampu salurkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp 31,75 triliun kepada 324 ribu debitur hingga Oktober 2021. Realisasi tersebut setara 90,73% dari total target penyaluran KUR 2021 senilai Rp 35 triliun.

SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso merinci berdasarkan sektor usahanya, mayoritas KUR hingga Oktober 2021 disalurkan ke sektor produksi dengan nilai Rp 18,55 triliun atau sekitar 58,42% dari total realisasi.

Josephus menjelaskan, di sisa akhir tahun ini Bank Mandiri akan secara aktif memfokuskan KUR ke sektor produksi. Hal ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam membantu memulihkan ekonomi nasional dari dampak pandemi Covid-19. 

"Menurut pemantauan kami, sektor produksi masih memiliki potensi penyaluran KUR yang relatif besar. Selain itu, beberapa sektor turunannya juga memiliki prospek yang masih baik," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/11).

Jika dilihat secara detail, KUR sektor produksi Bank Mandiri masih didominasi oleh sektor pertanian sebesar Rp 9,04 triliun atau 28,47% dari total penyaluran. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah memprioritaskan sektor ini untuk menunjang ketahanan pangan di dalam negeri.

Sektor produksi lainnya, seperti jasa produksi dan industri pengolahan, juga masih mencatatkan potensi yang besar untuk tumbuh. Untuk itu, Bank Mandiri terus mempercepat penyaluran KUR di dua bulan terakhir tahun ini.

"Salah satu strategi yang sudah diterapkan perseroan yakni dengan mengoptimalkan aplikasi Mandiri Pintar untuk mempercepat proses penyaluran kredit," ujar Josephus.

Tidak cuma itu, Bank Mandiri memperluas skema-skema produk pembiayaan di sektor produksi untuk komoditas tertentu, terutama di sektor pertanian. Hal ini menyesuaikan dengan kebutuhan masa tanam di mana pokok dan bunga dapat dibayarkan pada saat panen.

"Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik, kami optimis akan mampu mendorong penyaluran KUR lewat potensi yang ada dan dapat mencapai target KUR yang diamanatkan pemerintah," ujar Josephus.

Seperti diketahui, hingga kuartal ketiga 2021, laju kredit Bank Mandiri secara konsolidasi tumbuh positif 16,93 % secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 1.021,6 triliun. Capaian ini juga diimbangi dengan rasio dana murah atau CASA rasio Bank Mandiri (bank saja) yang meningkat 7,15 % YoY, yakni di level 74,57%.

Segmen Wholesale masih menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan kredit dengan peningkatan 7,93 % YoY menjadi Rp 533 triliun dari semula Rp 501 triliun. Ini terutama didorong oleh kinerja divisi komersial dan korporasi perbankan.

Selanjutnya, kredit konsumen tumbuh dari Rp 86 triliun menjadi Rp 88 triliun. Kemudian, kredit anak perusahaan naik dari Rp 129 triliun menjadi Rp 213 triliun. Terakhir, kredit usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) meningkat 6,25% menjadi Rp 187 triliun dari sebelumnya Rp 176 .

Secara kumulatif, kredit UMKM meningkat 20,3% menjadi Rp 100,1 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh upaya pemerintah dan regulator lewat optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hasilnya, realisasi penyaluran KUR Bank Mandiri dalam sembilan bulan pertama 2021 telah mencapai Rp 28,46 triliun kepada lebih dari 291 ribu Debitur.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait