Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Rumah dua lantai itu terlihat tak terawat. Pagar besinya hitam dan berkarat. Nomor bangunan “198” tertera di dinding depan. Sebuah spanduk kuning bertuliskan DIJUAL RUMAH/TANAH terpasang di sisi kiri bangunan, lengkap dengan nama dan nomor kontak agen. Bangunan itu beralamat di Jalan Mantri 198, Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Listing properti itu sejak 2025,” kata Jusuf, agen properti yang namanya terpampang di spanduk, kepada Katadata.

Berdasarkan dokumen Administrasi Hukum Umum (AHU), rumah di Kemayoran itu tercatat atas nama PT Suplaindo Sukses Sejahtera. Perusahaan ini belakangan viral sebagai distributor Whip Pink, tabung berisi gas dinitrogen monoksida (N₂O) yang dikaitkan dengan kematian influencer Lula Lahfah. Kepolisian memang telah menghentikan penyelidikan kasus tersebut karena tidak ditemukan unsur pidana. Namun, temuan tabung Whip Pink di apartemen Lula masih menyisakan tanda tanya.

Upaya Katadata menelusuri keberadaan “pabrik” Whip Pink di Kemayoran menemui jalan buntu. Penelusuran melalui Google Maps menunjukkan alamat PT Suplaindo berada di Jalan Kartini Raya No. 54B, Sawah Besar, Jakarta Barat—berbeda dengan alamat dalam dokumen AHU. Lokasi tersebut pun tidak menunjukkan aktivitas perusahaan. Bangunan itu hanya indekos biasa. Warga sekitar mengaku tidak mengetahui keberadaan PT Suplaindo, apalagi pabrik gas tertawa.

“Dulu agen gas. Tapi sejak 2007 berubah jadi kos-kosan,” kata seorang juru parkir setempat.

Katadata telah berupaya menghubungi pihak Whip Pink untuk meminta konfirmasi. Namun hingga tulisan ini diterbitkan, tidak ada respons dari perusahaan.

Lokasi yang sebelumnya tertera sebagai alamat PT Suplaindo Sejahtera di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Lokasi yang sebelumnya tertera sebagai alamat PT Suplaindo Sejahtera di Kemayoran, Jakarta Pusat. (Katadata)
 
 
 

Keperluan medis hingga kuliner

Gas dinitrogen monoksida (N₂O) pertama kali disintesis oleh Joseph Priestley pada 1772 di Inggris. Pada 1800, ahli kimia Humphry Davy menjadi orang pertama yang menguji langsung dampaknya pada manusia. Ia menghirup gas ini berulang kali dan mencatat efek euforia, rasa hangat, relaksasi, serta peningkatan imajinasi.

Davy juga mengujinya pada sejumlah kolega dan menemukan banyak subjek tertawa tanpa sebab. Sejak itu, N₂O dikenal sebagai laughing gas. Ia bahkan mencatat potensi gas ini sebagai pereda nyeri, yang kelak menjadi dasar penggunaan N₂O dalam anestesi medis.

Sifat N₂O yang mudah larut dalam lemak membuat gas ini lazim digunakan di dapur profesional untuk mengembangkan krim kocok. Untuk keperluan kuliner, N₂O dijual dalam tabung kecil berwarna perak berisi sekitar 8 gram, yang digunakan dengan alat cream whipper. Satu tabung umumnya cukup untuk menghasilkan sekitar setengah liter krim kocok.

Di Indonesia, ada banyak jenama yang memasarkan dispenser krim kocok, mulai dari iSi asal Austria, Whip Pink produksi PT Suplaindo Sukses Sejahtera, hingga Januel, Andralyn, dan Mokhamano. Kapasitas dispenser bervariasi, dari 250 mililiter (ml), 500 ml, hingga 1.000 ml. Untuk keperluan kuliner, gas N₂O umumnya dikemas dalam tabung kecil berwarna perak yang tak mencolok dan identik dengan perlengkapan dapur.

Namun, Whip Pink dipasarkan dengan pendekatan berbeda. Jejak kantor fisiknya yang sulit dilacak berbanding terbalik dengan kehadirannya di ruang digital. Produk ini dipromosikan melalui akun Instagram @whippink.co dan situs www.whippink.com, dengan visual ceria dan dominasi warna merah jambu. Alih-alih menjual tabung mini seperti produk dapur pada umumnya, Whip Pink menawarkan kemasan besar, dengan ukuran terkecil 640 gram hingga 2 kilogram.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Niti Emiliana menilai pola pemasaran tersebut menyesatkan. Menurutnya, Whip Pink tidak ditampilkan sebagai perlengkapan dapur sebagaimana merek lain, melainkan seolah menyasar penggunaan yang berbeda. Sejumlah keterangan di akun Instagramnya, kata Niti, menyiratkan pemakaian gas ini untuk rekreasi. Di antaranya penggunaan frasa “certified delulu”—istilah slang yang merujuk pada kondisi berkhayal—serta “serotonin boost”, yang mengasosiasikan produk dengan peningkatan hormon kebahagiaan, disertai tagar #PressureEveryPuff.

“Informasi ini menyesatkan konsumen,” kata Niti kepada Katadata.

Ia menyebut kasus ini berpotensi dibawa ke ranah hukum. Niti mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pasal 9 ayat (1) huruf k menyatakan ‘pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan, atau mengiklankan barang secara tidak benar dan/atau seolah-olah barang tersebut memiliki kegunaan tertentu’.

Menurut Niti, pelaku usaha bertanggung jawab atas informasi yang diberikan kepada konsumen. “Dampak negatif yang dialami konsumen merupakan pelanggaran atas hak atas keamanan, kenyamanan, dan keselamatan,” ujarnya.

Selain mendatangi alamat kantor, Katadata juga berulang kali mencoba menghubungi Whip Pink. Namun alih-alih memberikan klarifikasi, perusahaan justru menutup akun Instagram dan situs webnya. Kini, jejak Whip Pink sama misteriusnya dengan lokasi kantornya yang tak kunjung ditemukan.

Whip Pink
Whip Pink (Instagram @whippink.co)
 

Picu Kerusakan Tulang Belakang

Penggunaan gas N₂O untuk tujuan rekreasi bukan hal baru. Tiga narasumber anonim yang gemar berpesta mengonfirmasi kepada Katadata bahwa mereka pernah melihat gas N₂O dijual di sejumlah klub malam di Jakarta dan Bali. Salah satu di antaranya mengaku pernah mencobanya.

“Pernah coba waktu private party di Bali. Aku enggak tahu kalau itu ilegal,” katanya.

Faktanya, Whip Pink memang masih legal diperdagangkan. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyatakan gas N₂O tidak termasuk narkotika. Meski demikian, ia mengakui gas ini kerap disalahgunakan untuk mencari euforia, padahal memiliki efek stimulan tinggi yang berbahaya bagi tubuh.

“Masih dikaji apakah perlu pengaturan lebih lanjut,” kata Suyudi saat rapat dengan DPR, Selasa (3/2).

Anggota Komisi III DPR Irjen Polisi (Purn) Rikwanto juga mempertanyakan status Whip Pink.

“Atau disamakan saja seperti lem Aibon yang bikin orang teler di jalanan,” katanya, Selasa (4/2).

Lem Aibon telah lama disalahgunakan dengan cara dihirup. Seperti Whip Pink, produk tersebut juga bebas diperjualbelikan.

Meski tidak dikategorikan sebagai narkotika, gas N₂O memberikan ancaman nyata saat disalahgunakan. Seamus Looby, ahli neuroradiologi di Royal College of Surgeon in Ireland, menyebut penyalahgunaan gas ini akan mengganggu metabolisme vitamin B12. Ia juga menyebabkan kondisi serius bernama subacute combined degeneration (SACD) pada sumsum tulang belakang. Gejalanya meliputi mati rasa pada tangan dan kaki, gangguan keseimbangan, serta koordinasi tubuh.

Penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Neuroradiology itu mencatat kenaikan kasus terkait N₂O sejak pandemi Covid-19. Di Rumah Sakit Beaumont di Dublin, tidak ada satupun kasus terkait gas ini pada periode 2012-2020. Namun, hanya dalam kurun waktu tiga tahun sejak 2021-2024, tercatat 14 kasus baru dengan usia median 20 tahun. 

“Lonjakan kasus kerusakan sumsum tulang belakang sejak pandemi sangat mengkhawatirkan,” katanya dikutip dari situs resmi universitas. 

Looby menyebut sebagian besar pasien membaik setelah diobati. Namun, tidak satupun yang pulih sepenuhnya. Seluruh pasien juga mengalami kerusakan neurologis laten akibat menghirup gas N₂O. 

Di Inggris sendiri, kepemilikan gas tertawa di Inggris dianggap ilegal sejak 2023. Pelakunya bisa dihukum denda dan penjara hingga 2 tahun. Penjualnya bahkan bisa dituntut hingga 14 tahun penjara. 

Kendati demikian, aturan ini sebetulnya tidak melarang sepenuhnya penggunaan gas tertawa. Industri kesehatan, kuliner dan penggunaan untuk prototipe roket masih diperbolehkan. Membawa N₂O. juga tidak memerlukan izin khusus. Namun, individu yang ketahuan memiliki gas ini wajib menunjukkan bukti yang jelas dan legal untuk peruntukannya.

“Penggunaan gas ini di ruang publik telah berkontribusi terhadap perilaku anti-sosial yang menjadi noda bagi komunitas,” kata Chris Phillip, Menteri Kejahatan dan Kriminal Britania Raya. 

Di negara ini, penyalahgunaan gas tertawa memang masif terjadi. Saat Karnaval Notting Hill pada 2023, petugas menemukan 13 ton tabung gas N₂O. Jumlah ini menurun menjadi 6 ton di 2024. 

Sementara itu di Indonesia, kekhawatiran soal penyalahgunaan gas tertawa baru saja dimulai. Whip Pink hadir di antara ruang abu-abu regulasi; bukan sebagai narkoba tetapi bisa digunakan sebagai narkoba. Dari dapur ke ruang pesta, gas tertawa mengintai siapa saja yang cukup gila untuk menghirupnya. 



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief, Desy Setyowati

Cek juga data ini