Indonesia Jadi Pasar Kunci Pertumbuhan Bisnis Pelumas Shell

Hari Widowati
8 Oktober 2026, 17:49
Andri Pratiwa and Jason Wong
Katadata/Bintan Insani
Andri Pratiwa, President Director and Country Chair Shell Indonesia dan Jason Wong, EVP Global Lubricants, Shell Lubricants
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Shell Indonesia (Shell) meresmikan beroperasinya Pabrik Manufaktur Gemuk (Grease Manufacturing Plant atau GMP) di Indonesia dengan kapasitas produksi hingga 12 Kiloton per tahun pada 15 September 2026. Fasilitas ini melengkapi Pabrik Pelumas (Lubricants Oil Blending Plant atau LOBP) Marunda milik Shell di Bekasi, Indonesia.

Keputusan Shell untuk membangun Pabrik Manufaktur Gemuk ini merupakan keputusan besar bagi perusahaan mengingat Indonesia menjadi pasar yang sangat penting bagi bisnis pelumas Shell. Pabrik gemuk ini merupakan pabrik gemuk terbesar ketiga di dunia milik Shell, setelah pabrik gemuk di Belgia dan Cina.

Perusahaan membidik peluang di pasar industri, transportasi, hingga pertambangan untuk produksi gemuk dari pabrik di Marunda, Bekasi ini. “Pasar pelumas global memang tumbuh lebih lambat, tetapi Indonesia menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan rata-rata global,” kata Jason Wong, Executive Vice President for Global Lubricants at Shell.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai peran fasilitas produksi ini bagi Shell dan prospek pasar gemuk (grease) di Indonesia, Katadata bersama tiga media lainnya mewawancarai Jason Wong, Executive Vice President for Global Lubricants at Shell dan Andri Pratiwa, Presiden Direktur and Country Chair Shell Indonesia. 

Berikut petikan wawancara tersebut

Apa yang membuat Shell memutuskan untuk membangun pabrik gemuk (grease plant) di Indonesia dan Anda tadi menyebut bahwa pabrik ini merupakan salah satu fasilitas terbesar yang dimiliki Shell? 

Jason:

Saya rasa Anda paham mengapa pabrik ini begitu bermakna. Pengambilan keputusan investasi tersebut adalah salah satu proses persetujuan tercepat yang pernah mereka terima. Menurut saya, ada beberapa aspek yang mendasarinya. Pertama-tama, Indonesia adalah pasar yang sangat penting, terutama dari segi pertumbuhan.

Saat ini kami beroperasi di tiga sektor utama dan sedang merambah sektor keempat—saya bisa membahasnya nanti. Sektor pertama adalah pasar konsumen, yang mencakup mobil penumpang. Kedua adalah sektor transportasi, yang meliputi kendaraan niaga seperti truk. Lalu, ada juga sektor industri. Itu semua adalah sektor-sektor tradisional utama kami. Namun, kini kami juga mulai merambah bidang manajemen armada. Jadi, kami mulai menjajaki sektor baru.

Jika kita melihat pasar Indonesia, pertumbuhan mobilitasnya sangat signifikan. Indonesia adalah salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia. Pada saat yang sama, pertumbuhan industrinya juga sangat mengesankan. Hal-hal ini memberikan kami keyakinan besar terhadap negara ini dan prospek pertumbuhannya di masa depan.

Dari sudut pandang kami, saat membangun aset-aset ini, kami menyadari betapa pentingnya kemampuan untuk melayani pelanggan di pasar ini. Pabrik gemuk ini—bersama dengan pabrik pencampuran oli yang telah kami bangun selama satu dekade terakhir—akan melengkapi portofolio kami agar dapat melayani pasar dengan lebih baik.

Dua belas tahun lalu, kami membangun tahap pertama pabrik pencampuran oli dengan kapasitas 136 juta liter. Pada tahun 2022, kami menyelesaikan tahap kedua pabrik tersebut, yang meningkatkan kapasitasnya hingga lebih dari dua kali lipat—dari 136 juta menjadi 300 juta liter.

Kini, pabrik gemuk berkapasitas 12 kiloton ini menjadi salah satu fasilitas utama kami. Fasilitas ini meningkatkan kapabilitas dan jangkauan manufaktur kami, serta menjadi bagian integral dari jaringan rantai pasok global kami. Hal ini sangat penting karena kami tidak perlu lagi bergantung pada impor.

Dengan demikian, kami dapat melayani pelanggan sehari-hari dengan jauh lebih mudah dan efisien. Ini adalah hal yang sangat penting dan bermakna. Pembangunan fasilitas-fasilitas ini juga merupakan wujud nyata komitmen kami terhadap negara ini dan terhadap para pelanggan kami.

Pabrik Manufaktur Gemuk Shell Indonesia

Pabrik Manufaktur Gemuk Shell Indonesia (Dok. Shell Indonesia)

Anda menyebutkan pabrik ini menggunakan teknologi baru yakni contact reactor, bagaimana teknologi ini berperan bagi perusahaan dan posisi Shell di pasar gemuk (grease) global?

Jason:

Untuk hal ini, saya mungkin perlu sedikit bantuan dari Pak Andri. Pada dasarnya teknologi ini adalah yang pertama kami perkenalkan di Asia, meskipun bukan yang pertama secara global. Kami sudah memiliki teknologi ini di pabrik-pabrik kami yang lain—Shell memiliki sebelas pabrik gemuk (grease) di seluruh dunia—tetapi ini adalah kali pertama teknologi tersebut diperkenalkan di pasar ini.

Saya bukan orang teknis, tetapi  teknologi ini menghasilkan kualitas gemuk yang lebih stabil. Proses pembuatan gemuk itu sendiri sebenarnya cukup rumit. Saya sering menggunakan analogi sederhana: saya mengibaratkannya seperti rice cooker (penanak nasi).

Anda perlu memasak dan mengaduknya untuk mendapatkan gemuk dengan kualitas yang stabil. Nah, teknologi contact reactor ini memungkinkan proses produksi yang lebih stabil sehingga kualitasnya lebih terjamin. 

Andri:

Sebagai tambahan, mungkin saya bisa memberikan sedikit perbandingan antara pelumas (lubricant) dan gemuk. Pelumas itu ibaratnya seperti segel; Anda punya air, lalu memasang segel dan mengikatnya dengan teknologi kimia tertentu.

Namun, membuat gemuk itu seperti membuat kue: Anda mencampurkan tepung, telur, dan gula, lalu memasaknya. Hasil akhirnya bisa berbeda, tergantung pada teknologinya.

Jadi, contact reactor adalah teknologi yang akan terus dikembangkan untuk memastikan grease yang kami buat berkualitas baik; itulah sebabnya teknologi baru ini menjadi bagian penting dalam bisnis kami. 

Pemerintah mendorong sektor manufaktur di Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah, bagaimana pandangan Anda dengan keberadaan pabrik gemuk Shell di Indonesia? 

Jason:

Saya pikir gemuk (grease) secara umum diproduksi untuk kepentingan sektor industri. Jika Anda melihat sektor pertambangan, pertanian, mereka semua membutuhkan gemuk. 

Jika saya melihat pertumbuhan pasar Indonesia, saya sangat optimis, khususnya terkait pertumbuhan di sektor industri. Selain itu, kinerja selama satu dekade terakhir memberikan keyakinan kepada saya bahwa kami berhasil meningkatkan pangsa pasar kami di sini.

Secara khusus, kinerja kami di sektor pertambangan sangat baik. Kami adalah pemimpin pasar di sektor tersebut. Itulah alasan mengapa kami merasa yakin. Terkait kapasitas 12 ton yang kami miliki, saya rasa kami akan dapat memanfaatkannya dalam waktu dekat.

Saya sangat terbuka terhadap berbagai kemungkinan terkait potensi masa depan, ekspansi, dan pertumbuhan. Namun, tentu saja, prioritas utamanya adalah memastikan kapasitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan kami terus memanfaatkan pertumbuhan pasar Indonesia untuk menjalankan bisnis kami dengan baik. Jadi, jika dilihat secara keseluruhan, ini merupakan sebuah perjalanan yang berkelanjutan.

Andri:

Sekadar tambahan, seperti yang Anda ketahui, Indonesia kaya akan sumber daya alam. Kita memiliki salah satu cadangan nikel terbesar di dunia, begitu pula dengan batu bara dan bijih besi—mungkin masuk dalam jajaran empat atau lima besar dunia.

Jadi, menurut saya, ini adalah peluang di mana kami ingin berkontribusi membantu pelaku industri pertambangan agar beroperasi lebih efisien. Dari sisi lain, meskipun banyak orang berfokus pada elektrifikasi kendaraan, ada batasan sejauh mana sektor industri dapat sepenuhnya beralih ke sistem elektrik. Oleh karena itu, kami memandang sektor ini sebagai sektor yang paling tangguh ke depannya.

Akibatnya, permintaan akan pelumas dan gemuk di sektor ini akan terus meningkat. Itulah sebabnya saya sangat yakin—baik dari perspektif pasar maupun dari sisi aspirasi dan pertumbuhan internal kami—sektor ini merupakan kunci bagi kami.

Bagaimana posisi bisnis pelumas Shell secara global dan seberapa besar kontribusi pasar Asia khususnya Indonesia terhadap bisnis itu?

Jason: 

Menurut riset dari pihak ketiga, kita sudah diumumkan sebagai pemasok pelumas terbesar di dunia selama 19 tahun berturut-turut (riset terakhir Kline&Company berjudul Global Lubricants: Market Analysis and Assesment yang dirilis 28 September 2026 menyebutkan Shell memimpin pasar pelumas selama 20 tahun berturut-turut).

Kita bergerak di tiga sektor tadi: consumer, transport, dan industri. Kami market leader (pelumas) untuk semua sektor itu. Pasar Asia ini sangat penting dari sisi pertumbuhan, khususnya Tiongkok, India, Indonesia, dan Jepang. 

Di Indonesia, kami menjual langsung atau menjual produk kami melalui distributor. Jadi, ada model bisnis yang berbeda-beda ini. Dari sisi skala, kita mempunyai 32 LDP, 11 pabrik gemuk atau GMP, dan ada juga base oil plant.

Pabrik Manufaktur Gemuk Shell

Pabrik Manufaktur Gemuk Shell (Katadata/Hari Widowati)

Shell adalah produsen pelumas terbesar di dunia. Secara global, permintaan pelumas cenderung stagnan. Bagaimana pandangan Anda mengenai pertumbuhan global untuk pelumas dan grease? Lalu, bagaimana potensinya di Asia Pasifik?

Jason: 

Pertama-tama, kita perlu menyadari elektrifikasi merupakan tren umum saat ini. Namun, kita juga harus ingat bahwa meskipun penjualan mobil baru mungkin beralih ke kendaraan listrik, masih banyak mobil konvensional yang sudah beredar—yaitu mobil dengan mesin pembakaran internal— dan kami tetap perlu melayani kebutuhan kendaraan-kendaraan tersebut.

Kami tidak melakukan survei pasar sendiri, melainkan mengacu pada laporan eksternal—khususnya dari pihak ketiga—untuk memantau pertumbuhannya. Hasilnya menunjukkan tren yang cenderung datar; pertumbuhannya mungkin hanya berkisar antara nol koma sekian persen hingga satu persen. Jadi, pasar memang masih tumbuh, tetapi tidak sepesat satu dekade yang lalu. Ini adalah hal yang perlu kita pahami.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi pasar dan segmen yang berbeda-beda, karena ada pasar tertentu yang akan terus tumbuh. Hal ini terjadi karena pasar-pasar tersebut mungkin belum akan beralih sepenuhnya ke elektrifikasi dalam waktu dekat. Seiring dengan peningkatan taraf hidup masyarakat, kepemilikan mobil pun akan bertambah, dan seterusnya. Hal ini menjawab bagian kedua pertanyaan Anda: Asia memegang peranan yang sangat penting.

Jika kita melihat negara-negara seperti India dan Indonesia, jelas ini adalah pasar-pasar utama di kawasan timur yang akan terus mengalami pertumbuhan jumlah kendaraan. Akibatnya, permintaan akan pelumas dan gemuk pun akan terus meningkat. Ini mencakup sektor kendaraan penumpang. Kedua, ada sektor transportasi, seperti truk.

Selama aktivitas ekonomi terus berjalan—jika kita melihat pertumbuhan PDB global yang berada di kisaran 2% atau sedikit lebih tinggi—kondisi di Indonesia menunjukkan angka pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global tersebut. 

Begitu pula dengan India; angka ini jauh lebih tinggi daripada dampaknya. Jadi, jika kita melihat hal tersebut—yang juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi—maka penggunaan truk pun ikut terkait dengan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, hal ini penting. Namun secara global, tentu saja pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan rata-rata industri.

Mengenai sektor industri, seperti yang saya sampaikan tadi, sektor ini sangat penting dan tangguh, serta akan terus tumbuh. Jadi, Indonesia menunjukkan kinerja yang sangat baik.

Asia jelas akan menjadi pilihan utama kami, khususnya untuk Indonesia, kinerjanya melampaui rata-rata global. Jika kita menelaah lebih dalam lagi hingga ke tingkat sub-segmen, kita tidak bisa hanya melihat pasar secara keseluruhan; kita tentu perlu fokus pada segmen-segmen spesifik tersebut.

Jadi, saat kita bicara soal konsumen, lalu kita beralih ke segmen yang lebih spesifik—seperti sektor industri, pertambangan, konstruksi, hingga manufaktur—kita bisa melihat mana yang sebenarnya terus tumbuh. Dengan begitu, kita tidak sekadar berusaha melayani pasar secara umum atau rata-rata; kita tidak bisa melakukan itu karena sumber daya kita terbatas.

Dalam lima tahun terakhir, telah terjadi ekspansi besar-besaran di industri pelumas di seluruh dunia. Menurut Anda, apa yang menjadi penyebabnya?

Jason:

Nah, menurut saya itu semua berkaitan dengan permintaan. Intinya, dunia selalu mencapai keseimbangan, dengan cara atau bentuk apa pun. 

Jadi, jika terjadi kelebihan pasokan, harga akan turun. Dan, hal itu seharusnya tidak lagi menarik investasi. Jika terjadi kekurangan, maka akan ada investasi dan secara otomatis kapasitas akan bertambah. Jika harga tetap stabil, maka mereka akan bertahan. Jika harga tidak stabil, pasar akan kembali terkonsolidasi.

Jadi, jika ada tren yang Anda lihat, itu berarti pertumbuhan industri global terus mengalami kemajuan. Itulah mengapa produksi pelumas atau permintaan pelumas akan terus dibutuhkan. Kami punya sebelas pabrik gemuk (grease), apakah itu terlalu banyak? Tentu saja tidak. Itu tergantung pasar mana yang Anda layani dan apakah pelanggan Anda membutuhkannya atau tidak.

Di industri kimia, kami tidak terlalu dipengaruhi siklus. Dalam arti tertentu, bisnis kami lebih dapat diandalkan. Pertumbuhannya lebih stabil karena sejalan dengan perekonomian secara umum.

Pabrik gemuk di Indonesia ini adalah salah satu fasilitas milik Shell yang terbesar di dunia. Bagaimana dengan jejak karbon pabrik-pabrik ini?

Jason:

Pabrik grease terbesar kami sebenarnya ada di Belgia. Jadi itu pabrik utama kami. Yang kedua mungkin di Zhuhai, Cina. Pabrik gemuk di Indonesia ini adalah yang terbesar ketiga 

Tapi dalam hal jejak karbon, saya tidak tahu persis urutan setiap pabrik. Jadi, yang kami upayakan adalah melihat keseluruhan pabrik. Jadi, jika Anda pergi ke Marunda (lokasi pabrik gemuk dan pabrik pelumas Shell), Anda akan melihat ini bukan sekadar mengukur seberapa banyak emisi dari pabrik grease saja. Kami melihat seluruh siklus, termasuk pabrik pencampuran pelumas dan pabrik gemuk.

Kami terus berupaya mengurangi emisi lingkup satu dan dua. Secara global, kami telah membuat kemajuan signifikan menuju tujuan itu dan terus mencari peluang. Jadi, saya akan menunjukkan beberapa contoh nyata, mulai dari bahan baku, yaitu base oil yang kami gunakan. 

Kami bisa menggunakan minyak daur ulang, atau kami akan memurnikan minyak dasar. Ini merupakan langkah yang akan mengurangi jejak karbon. Kami juga memiliki beberapa pabrik yang menggunakan base oil (minyak dasar) tertentu. Jadi, jika Anda mengingat akuisisi terbaru saya pada 2023, Shell membeli sebuah perusahaan Inggris bernama MIDEL. 

Akuisisi MIDEL memungkinkan Shell untuk melengkapi posisi uniknya dalam produk minyak transformator (transformer oil) yang digunakan untuk distribusi listrik, ladang angin lepas pantai, perusahaan utilitas, dan sistem daya traksi. Dengan menambahkan cairan transformator berbasis ester sintetis dan alami serta layanan terkait ke dalam portofolionya, Shell Lubricants bisa memberikan perlindungan terhadap kebakaran yang lebih baik serta tingkat biodegradabilitas yang lebih tinggi bagi para pelanggannya.

Pabrik Manufaktur Gemuk Shell Indonesia

Pabrik Manufaktur Gemuk Shell Indonesia (Dok. Shell Indonesia)

Jadi, dari awal memang emisi karbon di pabrik baru ini lebih kecil? 

Jason:

Saat kami memproduksinya di dalam siklus pabrik pencampuran, kami akan memanfaatkan panel surya. Jadi, Anda akan melihat panel surya di semua pabrik pencampuran dan pabrik gemuk kami. Kami juga membeli energi terbarukan dari perusahaan listrik. Ya, hal itu juga mengurangi jejak karbon.

Kemudian, saat kami mengemas produk, kami akan menggunakan bahan daur ulang, yaitu resin, untuk kemasannya. Semua itu membantu mengurangi jejak karbon sekaligus meningkatkan daur ulang dari keseluruhan proses. Jadi, dengan semua ini, kami berupaya mengurangi emisi karbon, tetapi kami tidak terlalu banyak membicarakan tentang apa sebenarnya targetnya dan sebagainya.

Apakah pabrik di Marunda ini seluruhnya menggunakan panel surya?

Andri:

Tidak sepenuhnya, tapi kami berusaha memanfaatkan seluruh atap yang bisa dipasangi panel surya. Tetapi, kami juga masih mendapatkan listrik dari PLN. Sekitar 35% dari listrik di pabrik Marunda berasal dari panel surya.

Kami juga memastikan tidak mengeksploitasi air tanah. Jadi, kami akan selalu mencari cara untuk membuatnya lebih berkelanjutan.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...