Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menyatakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini belum menerbitkan rekomendasi atau izin impor BBM kepada jaringan SPBU Shell.
Penyesuaian harga BBM dilakukan oleh PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, Vivo Energy Indonesia, hingga BP Indonesia, meski sebagian SPBU masih menghadapi keterbatasan stok.
Produk BBM Shell Super sudah mulai tersedia sejak kemarin, (7/12) di sejumlah SPBU Shell. Namun, BBM Shell V-Power dan Shell V-Power Nitro+ belum tersedia.
Pertamina Patra Niaga mengatakan operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell Indonesia telah menyepakati pengadaan impor 100 ribu barel (MB) base fuel.
Kementerian ESDM menargetkan rangkaian studi bersama atau joint study antara perusahaan migas asal Kuwait, Kufpec dengan Shell plc rampung tahun depan.
Shell plc akan melakukan studi bersama dengan Kufpec di beberapa wilayah kerja migas di Indonesia, menandai peningkatan investasi dan kerjasama dalam industri migas nasional.
Kementerian ESDM membuat kebijakan baru dengan menetapkan batas impor BBM sebesar 110% dari penjualan tahun sebelumnya. Kebijakan ini menyebabkan kelangkaan stok BBM di SPBU swasta.
Sidang gugatan perdata mengenai kelangkaan BBM yang melibatkan Menteri ESDM, PT Pertamina, dan PT Shell Indonesia ditunda karena belum lengkapnya dokumen administratif