Di Tengah Tekanan Ekonomi, bank bjb Optimistis Kredit Tetap Tumbuh

bank bjb akan menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja pembiayaan tetap baik, di antaranya menjaga kualitas kredit
Padjar Iswara
15 Agustus 2022, 16:27
Kredit bank bjb mampu tumbuh
bank bjb

bank bjb optimistis penyaluran kredit pada semester II-2022 tetap on the track, kendati kondisi ekonomi diperkirakan akan mengalami goncangan akibat tekanan inflasi dan geopolitik global.

Direktur Komersial dan UMKM bank bjb Nancy Adistyasari mengatakan, manajemen bank bjb tetap optimistis penyaluran pembiayaan pada semester II akan mencapai target.

Hal ini berkaca pada kinerja pertumbuhan kredit semester I-2022 yang tetap terjaga sebesar 15 persen. Angka ini di atas rata rata pertumbuhan industri nasional pada periode tersebut.

"Kami optimis pertumbuhan pembiayaan bisa ini di atas pertumbuhan rata-rata industri, khususnya untuk sektor komersial yang di dalamnya memang ada kredit korporasi,” ujar dia saat berbincang dengan salah satu televisi.

Bahkan, katanya, kredit untuk korporasi bahkan lebih tinggi lagi karena memang bank bjb masih memiliki ruang cukup lebar untuk tumbuh di segmen tersebut

bank bjb, kata dia, akan terus menggarap beberapa segmen pembiayaan, seperti pertambangan dan pertanian. Kendati kedua sektor tersebut saat ini menghadapi kemungkinan volatilitas harga akibat kondisi ekonomi global yang diperkirakan akan mengalami tekanan.

"Sektor perkebunan yang merupakan bagian dari sektor pertanian, komposisi kredit kami ada di kisaran 5%,” katanya.”Memang tidak begitu banyak, tapi ini juga merupakan eksposur yang cukup signifikan dan juga cukup terasa pertumbuhannya terutama pada semester pertama 2022."

Terkait potensi tekanan ekonomi global, bank bjb akan menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja pembiayaan tetap baik, di antaranya menjaga kualitas kredit. Pada semester I-2022, non-performing loan atau rasio kredit macet bank bjb juga terjaga dengan baik di bawah angka 1,5 persen.

Nancy mengakui, inflasi masih akan terus meningkat ke depannya, sehingga berpengaruh terhadap volatilitas harga komoditas. Namun polanya sudah terbaca dalam periode yang cukup panjang sehingga bank bjb bisa mengambil kebijakan tepat. Termasuk melakukan mitigasi risiko.

"Kami tentunya melakukan mitigasi risiko terhadap komoditas yang berpotensi terkena imbas ekonomi global,” ujarnya. Misalnya ketika bank bjb membiayai komoditas tertentu di bidang pertambangan atau pertanian tentunya akan melakukan perhitungan yang digunakan untuk memberikan kredit.

Begitu pun dengan potensi tekanan inflasi yang perkiraan akan terus terjadi. bank bjb melihat beberapa proyek justru akan terus berjalan setelah sebelumnya tersendat akibat pandemi. Di sisi lain, tren pertumbuhan ekonomi juga diprediksi akan terus berlangsung, walaupun sedikit terkoreksi.

"Khusus sektor pertambangan dan perkebunan, kami akan melihat supply dan demand-nya. Ini juga sudah kami antisipasi pada pemberian kredit yang lebih agresif pada semester pertama 2022 kemarin, " katanya.

Dalam melakukan penyaluran kredit, bank bjb juga memperhatikan transactional based, yang artinya akan didasarkan pada siklus atau periode tanam, sehingga bisa berkomitmen untuk jangka waktu pembiayaan.

“Cara ini terbukti cukup efektif karena dari sisi kualitas kredit kami justru mendapatkan kualitas kredit yang lebih baik dibandingkan sebelumnya,” kata Nancy.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...