Genjot Ekonomi Desa, Menko Zulhas Targetkan Kopdes Terbentuk dalam 2 Bulan

Pemerintah mempercepat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa. Menko Pangan Zulkifli Hasan (Menko Zulhas) targetkan seluruh desa membentuk Kopdes dalam dua bulan.
Septiani Teberlina
Oleh Septiani Teberlina - Tim Publikasi Katadata
30 April 2025, 20:18
Menko Zulhas (tengah) sedang memberikan arahan dalam acara Peluncuran dan Dialog Percepatan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Gedung Jatim Expo, Surabaya, Rabu (30/4).
Dok. Kementerian Koordinator Pangan
Menko Zulhas (tengah) sedang memberikan arahan dalam acara Peluncuran dan Dialog Percepatan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Gedung Jatim Expo, Surabaya, Rabu (30/4).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah terus menggenjot pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi desa dari akar rumput. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan bahwa langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun konektivitas ekonomi antara desa dan pusat.

Hal itu disampaikan Menko Zulhas saat memberikan arahan dalam acara Peluncuran dan Dialog Percepatan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih bersama ribuan kepala desa dan lurah se-Jawa Timur di Gedung Jatim Expo, Surabaya, Rabu (30/4).

Targetnya, seluruh desa di Indonesia bisa membentuk Kopdes dalam dua bulan. "Presiden Prabowo memberi waktu enam bulan agar [Kopdes] ini bisa mulai berjalan, minimal sebagian," ujar Zulhas di hadapan sekitar 7.000 peserta.

Zulhas, yang juga Ketua Umum Partai Amanan Nasional (PAN), optimis bahwa Kopdes akan menjadi jembatan penting dalam memperlancar distribusi bantuan dan program pemerintah ke desa. Dengan adanya Kopdes, penyaluran pupuk, pembelian gabah, hingga distribusi jagung bisa dilakukan lebih efisien dan berpihak pada petani.

Kopdes diharapkan dapat mempermudah akses antara desa dan pemerintah pusat. Zulhas mencontohkan, distribusi pupuk nantinya bisa langsung disalurkan melalui Kopdes. Bahkan, jika ada desa penghasil gabah yang kesulitan menjual hasil panennya ke tingkat kabupaten, Kopdes dapat berperan untuk membeli gabah tersebut terlebih dahulu.

Begitu juga dengan komoditi seperti jagung. Menurutnya, kehadiran Kopdes juga mampu membuat harga jagung menjadi lebih seragam sesuai HET pemerintah.

"Harga jagung kan sekarang belum seragam Rp 5.500 karena gudang kurang. Nanti bisa ditangani dulu sama Kopdes. Sehingga ini akan sangat membantu ekonomi desa," jelasnya.

Selain itu, Zulhas juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan program ini. Ia menyampaikan bahwa Gubernur Jawa Timur sangat proaktif dalam mendukung pembentukan Kopdes, bahkan datang langsung ke Jakarta bersama para bupati untuk mempelajari lebih lanjut mengenai program tersebut.

Zulhas menyebut bahwa Jawa Timur telah melakukan percepatan dengan membentuk hampir 1.247 Kopdes, dan menurutnya, respons cepat dari Gubernur Jawa Timur patut diapresiasi.

Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Desa dan PDTT Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, serta jajaran pejabat pusat dan daerah lainnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...