Prabowo: Kritik dan Koreksi itu Menyelamatkan, Kita Harus Bersyukur

Presiden Prabowo Subianto mengaku bersyukur jika menerima kritik karena merupakan bagian penting untuk mengevaluasi kebijakan.
Tim Publikasi Katadata
6 Januari 2026, 07:59
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (05/12/2025).
BPMI Setpres
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (05/12/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik konstruktif dari masyarakat. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting untuk mengevaluasi kebijakan sekaligus memperbaiki arah pemerintahan.

Ia mengakui bahwa menerima kritik atau koreksi memang kerap menimbulkan rasa tidak nyaman. Namun, bagi dirinya, kritik justru berfungsi sebagai pengingat dan bentuk perlindungan dalam menjalankan amanah sebagai kepala negara.

“Kalau dikritik, malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi, saya dibantu, saya diamankan,” ujar Prabowo saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional, di Jakarta, Senin (5/1/2025).

Prabowo kemudian mencontohkan pengalaman ketika kritik publik mendorongnya meninjau kembali langkah yang diambil. Ia menegaskan selalu berupaya menyikapi kritik secara objektif dan rasional.

“Kritik dan koreksi itu menyelamatkan. Jadi saya berterima kasih kalau ada yang berteriak, ‘Prabowo mau menghidupkan lagi militerisme’. Saya koreksi lagi, apa benar? Saya panggil ahli hukum untuk mengkaji, di mana batas kepemimpinan yang bisa dianggap terlalu otoriter,” katanya.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi fitnah. Menurutnya, kebohongan yang menimbulkan kecurigaan, perpecahan, dan kebencian hanya akan merusak persatuan bangsa. Ia menekankan bahwa seluruh ajaran agama pun melarang perbuatan semacam itu.

Di sisi lain, Prabowo juga mengakui adanya kritik yang bernada sinis dan bertujuan menjatuhkan pemerintah. Namun, ia memilih meresponsnya dengan kerja nyata dan pembuktian di lapangan.

“Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...