Dua Smelter Freeport Kembali Beroperasi, Hilirisasi Tembaga Kembali Didorong

Dua smelter tembaga PT Freeport Indonesia kembali beroperasi. Pemulihan ini menjadi momentum memperkuat hilirisasi dan mendorong pengembangan industri turunan tembaga di dalam negeri.
Ratu Monita
Oleh Ratu Monita - Tim Publikasi Katadata
8 Oktober 2026, 15:24
Dua smelter tembaga PT Freeport Indonesia kembali beroperasi.
PTFI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Dua fasilitas pengolahan tembaga milik PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali beroperasi. Kembalinya aktivitas PT Smelting dan Smelter Manyar di Gresik, Jawa Timur, dinilai menjadi momentum untuk memperkuat hilirisasi mineral sekaligus mengembangkan industri turunan berbasis tembaga di dalam negeri.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch (IMEW), Ferdy Hasiman menyambut positif beroperasinya kembali kedua fasilitas tersebut. Menurut dia, kapasitas smelter Freeport yang besar akan membantu mengoptimalkan pengolahan konsentrat tembaga di dalam negeri.

"Ya tentu positif karena smelter tembaganya Freeport merupakan yang terbesar. Dengan begitu nanti pengolahan konsentratnya menjadi lebih optimal," ujar Ferdy dalam keterangan resmi.

PT Smelting sebelumnya menghentikan sementara operasional sejak 8 Agustus 2026 untuk melakukan perbaikan fasilitas furnace. Sementara itu, Smelter Manyar kembali beroperasi setelah sempat terdampak penghentian operasi akibat insiden di tambang Grasberg.

Berdasarkan laporan kuartal III 2026 Freeport-McMoRan (FCX), kapasitas peleburan gabungan PTFI, termasuk PT Smelting, ditargetkan mampu menghasilkan hingga sekitar 800 ribu ton katoda tembaga per tahun.

Kembalinya kedua fasilitas tersebut memperkuat rantai pengolahan tembaga nasional, dari konsentrat hingga menjadi produk bernilai tambah. Pemerintah melalui MIND ID, sebagai pemegang saham PTFI, juga terus mendorong pengembangan hilirisasi tembaga agar komoditas tersebut tidak berhenti pada tahap pengolahan awal.

Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai pemulihan operasional fasilitas pengolahan Freeport merupakan perkembangan positif bagi industri tembaga nasional.

Menurut Yusuf, Smelter Manyar mulai kembali menerima pasokan konsentrat pada Agustus dan memproduksi katoda tembaga pada September. Sebelumnya, pasokan konsentrat yang terbatas diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan PT Smelting.

Yusuf berharap peningkatan kapasitas pengolahan dapat terus berlangsung seiring dengan pemulihan produksi tambang Grasberg yang ditargetkan berlangsung hingga akhir 2027. Menurut dia, periode tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun ekosistem industri hilir tembaga secara lebih kuat.

Peningkatan kapasitas smelter, lanjut Yusuf, perlu dibarengi dengan pengembangan industri pengolahan lanjutan. Dengan begitu, nilai tambah dari komoditas tembaga dapat semakin banyak dinikmati di dalam negeri, bukan hanya melalui kegiatan peleburan dan pemurnian.

Meski demikian, masih terdapat tantangan dalam penyerapan produk tembaga di pasar domestik. Yusuf mencatat sekitar tiga perempat produksi katoda PT Smelting masih diekspor karena kapasitas industri pengolahan katoda di dalam negeri belum cukup besar.

Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan peluang pengembangan industri turunan tembaga. Pemerintah bersama MIND ID perlu mendorong terbentuknya industri yang mampu menyerap katoda tembaga menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi.

"Persoalannya bukan sekadar ada atau tidak ada permintaan. Yang juga menentukan adalah harga, kepastian kontrak jangka panjang, spesifikasi produk, dan pola pasokan industri," ujar Yusuf.

Menurut dia, Indonesia memiliki posisi strategis untuk mengembangkan industri tembaga karena ditopang cadangan komoditas yang besar. Namun, pengembangan hilirisasi perlu diarahkan secara konsisten ke produk dengan nilai tambah lebih tinggi, seperti batang tembaga, kawat, kabel, hingga copper foil yang dapat mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Dengan kembali beroperasinya dua fasilitas pengolahan PTFI, peluang untuk memperkuat rantai nilai tembaga nasional semakin terbuka. Tantangannya kini bukan hanya meningkatkan kapasitas pengolahan, tetapi memastikan tumbuhnya industri lanjutan yang mampu menyerap produk tembaga dan menciptakan nilai ekonomi lebih besar di dalam negeri.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...