Aceh Singkil Percepat Pembangunan Pascabencana, Serapan TKD 31%
Aceh Singkil — Peningkatan realisasi anggaran menjadi pijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, untuk mempercepat pembangunan pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada November 2025. Penyerapan Transfer ke Daerah (TKD) kabupaten tersebut kini telah melampaui 31%.
Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pelaksanaan kegiatan agar realisasi anggaran meningkat hingga akhir tahun. Komitmen itu ditegaskan melalui penandatanganan berita acara bersama Ketua Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat Kementerian Dalam Negeri, Imran, di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Singkil.
“Tadi sudah dijelaskan bahwa realisasi penggunaan dana TKD sudah mencapai 31 persen. Alhamdulillah, dapat kami kejar juga dengan pembangunan yang luar biasa. Jadi, kami bersyukur dapat melaksanakan itu,” kata Safriadi.
Menurut dia, keterlambatan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada awal tahun turut memengaruhi pelaksanaan kegiatan. Pemerintah kabupaten kemudian mendorong seluruh jajaran untuk mempercepat pekerjaan dan menjaga agar program yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai target.
“Kami tidak boleh lagi bekerja biasa-biasa saja. Langsung tancap gas untuk melaksanakan pembangunan ini,” ujarnya.
Safriadi optimistis realisasi anggaran dapat terus meningkat dalam waktu yang tersisa. Ia menilai capaian lebih dari 31% dalam beberapa bulan menjadi modal untuk melanjutkan percepatan pembangunan.
“Kami yakin (penyerapan anggaran seratus persen) nanti dapat kami capai. Karena dalam beberapa bulan saja sudah bisa mencapai 31%,” kata Safriadi.
Imran pun mengapresiasi peningkatan realisasi tersebut. Ia meminta pemerintah daerah menjaga momentum agar kemajuan yang telah dicapai berlanjut hingga seluruh kegiatan dapat diselesaikan.
“Tentunya momen ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk menjadi semacam pijakan dalam mengejar realisasi selama dua bulan ke depan, untuk menyelesaikan semua kegiatan,” ujar Imran.
Untuk mendukung target itu, Imran mendorong pemerintah kabupaten memperkuat pemantauan terhadap rencana penarikan dana setiap Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK). Pemantauan yang teratur diperlukan agar perkembangan pekerjaan terukur dan kendala dapat segera ditangani.
Waktu pelaksanaan yang tersisa menjadi perhatian tersendiri karena Aceh Singkil mulai memasuki musim hujan. Kondisi cuaca berpotensi memengaruhi pekerjaan di lapangan, sehingga setiap SKPK perlu mengoptimalkan waktu dan mempercepat kegiatan sesuai kesiapan pelaksanaan.
“Masing-masing SKPK harus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan kegiatannya, apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan,” kata Imran.
Peningkatan realisasi TKD membuka peluang bagi Aceh Singkil untuk melanjutkan percepatan pembangunan. Langkah berikutnya adalah menjaga konsistensi pelaksanaan, memperkuat koordinasi, dan memastikan setiap kegiatan bergerak sesuai rencana.
Bagi daerah yang tengah mengupayakan pemulihan dari bencana, anggaran yang terealisasi perlu berujung pada pembangunan yang benar-benar terlaksana. Dengan mempertahankan momentum dan mengatasi kendala di lapangan, pemerintah kabupaten berupaya menuntaskan kegiatan yang tersisa sekaligus mendukung pemulihan masyarakat hingga akhir 2026.
