4 Strategi Pemerintah Perkuat Keamanan Siber

Tim Publikasi Katadata

Selasa 29/8/2017, 14.00 WIB

Peta jalan pedoman penanganan keamanan siber diagendakan rampung pada Oktober 2017.

4 Strategi Pemerintah Perkuat Keamanan Siber

Pesatnya perkembangan teknologi informasi di Indonesia selain membawa dampak positif, juga bisa menjadi ancaman. Hal ini disebabkan maraknya penyebaran konten negatif dan hoax di media sosial dapat mempengaruhi masyarakat hingga mengancam persatuan bangsa. Untuk mengatasinya, pemerintah menyiapkan empat strategi, mulai upaya sosialisasi hingga penindakan konten yang membawa pengaruh buruk.

Pertama, pemerintah melalui Kementerian Informasi dan Informasi (Kominfo) berkerja sama dengan lima universitas negeri dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk meningkatkan kualitas informasi publik. Kedua, melakukan sosialisasi konten berkualitas di berbagai daerah maupun dalam berbagai sosial media. Ketiga, mendorong revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Keempat, menindak berbagai konten negatif seperti pornografi, perjudian, hingga yang berunsur kebencian terhadap suku, agama, maupun ras.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Selain empat strategi, Kominfo juga tengah menyiapkan standardisasi keamanan siber dengan membentuk peta jalan pedoman penanganan keamanan siber. Hal ini dimaksudkan untuk menangkal munculnya kejahatan sebagai dampak dari makin meningkatnya pengguna internet di Tanah Air. Peta jalan ini diagendakan rampung pada Oktober 2017.


thumbs

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah Departemen/kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan komunikasi dan informatika.