Tiga tokoh tersebut dikatakan pernah memiliki perusahaan yang didirikan di negara suaka pajak.

Selain pemimpin dunia seperti Ratu Elizabeth II dan Presiden Kolombia Juan Manuel Santos, tiga pengusaha dan politikus asal Indonesia disebut dalam Paradise Papers. Mereka adalah Prabowo Subianto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, dan Siti Hutami Endang Adiningsih alias Mamiek Soeharto

Dalam dokumen firma hukum Appleby yang dibocorkan oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional atau International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) pada 5 November 2017, tiga tokoh tersebut dikatakan pernah memiliki perusahaan yang didirikan di negara suaka pajak (tax heaven).

Prabowo disebut pernah menjabat sebagai direktur dan wakil pimpinan Nusantara Energy Resources yang berkantor di Bermuda. Dokumen Appleby mencatat, perusahaan yang terdaftar pada 2001 ini sebagai ‘penunggak utang’ dan telah ditutup pada 2004.

Sementara putra bungsu Soeharto, Tommy, tercatat pernah menjadi direktur dan ketua dewan Asia Market Investment. Perusahaan tersebut terdaftar di Bermuda pada 1997 dan ditutup pada 2000. Adapun putri bungsu Soeharto, Mamiek, disebut pernah menjabat sebagai wakil presiden Golden Spike Pasiriaman Ltd. Ia juga merupakan pemilik dan pimpinan Golden Spike South Sumatra Ltd. Dua perusahaan ini tercatat di Bermuda pada 1990 dan sekarang sudah ditutup.

Penyelidikan yang dilakukan ICIJ ini menemukan 1,4 terabita data digital yang terdiri dari 13,4 juta dokumen. Sekitar 120 politisi dan pemimpin dunia serta 100 perusahaan multinasional disebutkan dalam dokumen yang bisa diakses oleh publik ini.

Artikel Terkait
Anak usaha RGE, APRIL, hampir 10 tahun bekerja sama dengan perusahaan firma hukum Appleby, yang dokumennya menjadi dasar investigasi ICIJ.