Transaksi Digital Ubah Pola Konsumsi Masyarakat

Oleh Tim Publikasi Katadata, 11/4/2019, 18.31 WIB

Konsumsi restoran dan transportasi tumbuh tinggi seiring meningkatnya kemudahan digital.

Unduh Infografik
Share

Pola konsumsi masyarakat mengalami perubahan di era serba digital. Alih-alih mengolah makanan sendiri, masyarakat kini lebih menyukai memesan makanan melalui aplikasi daring. Begitupun dalam pemesanan transportasi untuk kebutuhan mobilisasi sehari-hari.

Fenomena tersebut terekam oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam catatannya, pertumbuhan konsumsi rumah tangga subkelompok restoran dan transportasi meningkat dibandingkan subkelompok makanan dan minuman selain restoran yang justru mengalami perlambatan pertumbuhan pada triwulan IV 2018.

(Baca juga: Berapa Konsumsi Rumah Tangga 2018?)

Kemudahan yang ditawarkan teknologi menjadi salah satu faktor peralihan pola konsumsi tersebut. Masyarakat kian mudah memesan makanan dan transportasi hanya melalui aplikasi berbasis sistem pembayaran online. Catatan Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan transaksi elektronik naik mencapai 218,9 persen (Year on Year) pada triwulan IV 2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebagai salah satu layanan digital dengan fitur pesan transportasi dan antar makanan, GOJEK turut andil memberikan kemudahan untuk masyarakat. Misalnya sistem pembayaran digital GO-PAY telah memproses 50,92 persen transaksi GO-RIDE dan 21,91 persen transaksi GO-FOOD. Hingga kini, GO-PAY tak hanya memproses kebutuhan makanan dan transportasi tapi juga mendukung layanan donasi digital.

(Baca juga: Layanan Pesan Antar Go-Food dan GrabFood Ubah Perilaku Konsumen)