Infografik: Berobat ke Luar Negeri Favorit Masyarakat Indonesia

Oleh Tim Publikasi Katadata, 21/8/2019, 17.19 WIB

Dalam kurun waktu 9 tahun, jumlah pasien Indonesia yang berobat ke mancanegara melonjak hampir 100 persen.

Unduh Infografik
Share

Tak sedikit masyarakat Indonesia yang gemar berobat ke luar negeri karena anggapan pelayanan serta kualitas pengobatan yang lebih unggul. Dalam kurun waktu 9 tahun, jumlah pasien Indonesia yang berobat ke mancanegara melonjak hampir 100 persen. Pada 2015, masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri mencapai 600.000 pasien. Pengobatan penyakit kritis seperti kanker dan jantung merupakan jenis pengobatan yang paling dicari masyarakat Indonesia di luar negeri.

 

Menurut hasil riset Patients Beyond Borders, Malaysia dan Singapura menjadi tujuan utama pasien asal Indonesia untuk berobat. Selain itu, beberapa negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia mulai memanfaatkan peluang tersebut dengan menggarap wisata kesehatan. Adanya sektor wisata kesehatan mendatangkan keuntungan sebesar 4,3 Miliar US$ bagi Thailand, dan sekitar 3,5 Miliar US$ bagi Singapura. Bahkan, jumlah pasien dari luar negeri di Thailand mencapai 2,5 juta pasien dan di Singapura mencapai 850 ribu pasien. Indonesia juga menjadi kontributor terbesar pada sektor wisata kesehatan di luar negeri. Rata-rata masyarakat Indonesia mengeluarkan 11,5 Miliar US$/tahun untuk menjalani pengobatan di luar negeri.

 

Banyaknya pasien yang memilih berobat di luar negeri disebabkan oleh kurangnya mutu pelayanan dan pengawasan kesehatan di dalam negeri. Selain itu, ketepatan diagnosis, canggihnya teknologi, serta reputasi rumah sakit menjadi pertimbangan masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri. Adanya wisata medis semakin memudahkan masyarakat Indonesia dalam berobat ke luar negeri karena tersedianya paket transportasi dan akomodasi selama berobat.