Bahan Baku Dominasi Ekspor Komoditas Unggulan Perkebunan

Oleh Tim Publikasi Katadata, 5/11/2019, 21.00 WIB

Hilirisasi perlu dilakukan untuk memberikan nilai tambah bagi ekspor komoditas unggulan perkebunan Indonesia.

Unduh Infografik
Share

Indonesia memiliki lima komoditas unggulan di sektor perkebunan yakni kelapa sawit, kakao, kopi, kelapa dan karet. Produksi kelapa sawit terbesar di antara komoditas perkebunan, 12-15 kali lipat dibanding produksi empat komoditas lain. Kemudian secara berurutan disusul karet, kelapa, kopi dan kakao. Selama lima tahun terakhir, produksi kelapa sawit dan kopi konsisten meningkat, sedangkan kakao dan kelapa ber fluktuasi. Komoditas karet, meski mengalami penurunan produksi, masih masuk dalam komoditas unggulan.  

Nilai ekspor kelima komoditas tersebut pada tahun 2017 mencapai US$ 29,3 miliar. Masalahnya, sebagian besar komoditas yang diekspor masih dalam bentuk bahan baku. Produk ekspor dari kelima komoditas ini masih berkisar pada produk minyak kelapa sawit, karet alam, biji kopi, minyak kelapa mentah, dan juga kopra. 

Nilai ekspor bahan baku lebih rendah dibandingkan dengan ekspor barang setengah jadi atau barang jadi karena tidak memiliki nilai tambah. Perlu didorong hilirisasi industri sehingga muncul diversifikasi produk. Agar industri hilir untuk komoditas-komoditas perkebunan unggulan bisa berkembang, perlu diciptakan iklim investasi yang kondusif.