Infografik: Banyak Pekerjaan Rumah Soal Ketahanan Pangan

Oleh Tim Publikasi Katadata, 5/11/2019, 14.45 WIB

Indeks Ketahanan Pangan Indonesia memang terus membaik, tapi masih banyak ‘pekerjaan rumah’ yang harus dibereskan.

Unduh Infografik
Share

Tahun lalu, Indonesia mengimpor 2,25 juta ton beras. Volume impor beras ini merupakan yang terbesar setelah 2011 dalam 20 tahun terakhir. Indonesia menjadi negara pengimpor beras keempat terbesar di dunia pada 2018 setelah Tiongkok, Iran, dan Arab Saudi. Sebagian besar beras yang diimpor berasal dari Vietnam dan Thailand.

 

Mengapa impor beras selalu menjadi perhatian karena beras masih menjadi sumber pangan utama di Indonesia. Isu ketahanan pangan, terutama soal impor maupun swasembada beras, memang selalu menjadi sumber perhatian dan polemik di Indonesia, siapa pun yang menjadi Presiden. Padahal ketahanan pangan tak melulu soal swasembada beras.

 

Jika mengacu pada Indeks Ketahanan Pangan Global yang dibuat oleh The Economist Intelligence Unit, justru Singapura, negara yang bisa dibilang tak punya sawah dan ladang, menempati urutan teratas di dunia. Sementara Indonesia yang punya 7,1 juta hektare sawah malah berada di peringkat ke-65. Indeks Ketahanan Pangan Indonesia memang terus membaik, tapi masih banyak ‘pekerjaan rumah’ yang harus dibereskan.  Menurut The Economist, skor Indonesia tergolong rendah untuk sejumlah hal, di antaranya untuk anggaran riset pertanian, diversifikasi pangan, tingkat korupsi, dan akses pembiayaan petani.