INFOGRAFIK: Darurat Radioaktif Cesium 137 di Pangan Indonesia
Otoritas Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menemukan adanya kontaminasi radioaktif Cesium 137 di produk udang beku dan cengkih yang diekspor Indonesia. Diduga, sumber kontaminasi berasal dari paparan pabrik peleburan baja di Kawasan Industri Modern Cikande (MCIE), Serang, Banten.
Terbaru, Tim Satgas Khusus Kontaminasi Radioaktif menemukan sebanyak 22 fasilitas produksi di MCIE terpapar Cesium-137. Salah satunya pabrik udang PT Bahari Makmur Sejati, pengekspor udang beku terkontaminasi ke AS.
Penelusuran sumber utama kontaminasi mengarah ke pabrik PT Peter Metal Technology (PMT), sebuah pabrik peleburan baja di MCIE. Tingkat radiasi di kawasan pabrik PMT mencapai 0,3-0,5 mikrosievert/jam. Diduga, PMT mengimpor scrap atau limbah bubuk besi bekas yang terkontaminasi Cesium 137 untuk diolah di pabrik.
Temuan ini beriringan dengan terdeteksinya kontaminasi Cesium-137 di 23 kontainer scrap bubuk besi bekas yang diimpor dari Filipina dan masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Menurut keterangan, kontainer ini tidak memiliki izin impor. Kontainer-kontainer ini kemudian dire-ekspor ke Filipina. Buntut dari dari temuan ini, pemerintah menghentikan sementara impor scrap besi dan baja.
“Kami meminta untuk sementara menghentikan importasi scrap besi dan baja, sambil para industrinya melengkapi diri dengan dual Foreign Material Exclusion (FME), Radiation Portal Monitoring (RPM), dan Continuous Emission Monitoring System (CEMS),” kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Selasa, 7 Oktober.
Untuk diketahui, Cesium-137 adalah isotop radioaktif yang merupakan produk sampingan dari uji coba senjata nuklir maupun kecelakaan reaktor nuklir. Dalam penggunaannya, Cesium-137 juga ditemukan dalam peralatan medis radioterapi dan peralatan industri.
Hal ini menyebabkan limbah dari peralatan yang mengandung radioaktif ini seringkali masuk ke rantai pasok material logam bekas dan mencemari produk olahan logam.
Partikel Cesium-137 berbentuk seperti serpihan debu yang mudah tersebar lewat udara dan mudah larut dalam air. Radioaktif ini dapat memapar tubuh baik lewat rantai makanan maupun langsung lewat kulit. Paparan dalam dosis tinggi dan berkepanjangan dapat berakibat pada sindrom radiasi akut (ARS) hingga kanker.
