Menghubungkan Penjuru Indonesia Melalui Literasi, Konektivitas & Inovasi Digital
Selama tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, sektor digital di Indonesia terus tumbuh. Upaya memperluas jaringan telekomunikasi, memperkuat literasi digital dan merajut konektivitas menampakkan hasil.
Pemerintah berhasil memperluas jangkauan internet hingga ke wilayah pelosok, seraya mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung. Dampaknya terlihat dari peningkatan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 menjadi 44,53 atau meningkat 1,19 poin dari tahun sebelumnya.
Tren positif IMDI tersebut menunjukkan, tingkat kompetensi dan keterampilan masyarakat dalam penggunaan teknologi digital, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun terkait pekerjaan, semakin mumpuni.
Pembangunan infrastruktur juga menunjukkan pencapaian di atas target. Per Oktober 2025, sebanyak 6.747 Base Transceiver Station (BTS) 4G di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) beroperasi.
Di sisi lain, satelit SATRIA-1 dengan kapasitas 150 Gbps turut memperkuat jaringan internet berkecepatan tinggi untuk daerah-daerah terpencil.
Selain infrastruktur, pengembangan ekosistem digital yang aman dan inovatif juga terakselerasi. Program seperti Garuda Spark membantu akselerasi startup digital. Innovation hub ini menjadi tempat ruang berkumpul, berdiskusi, dan berkolaborasi bagi pelaku startup digital, mulai dari tahap awal hingga yang sedang berkembang.
Fasilitas yang tersedia antara lain ruang rapat, ruang kelas, koneksi internet berkecepatan tinggi, serta akses jejaring dengan mentor, investor, dan komunitas teknologi. Program ini diharapkan mampu mendorong peran anak muda mengembangkan startup digital yang berdampak positif.
Ada pula, program Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) dan Indonesia Game Rating System (IGRS) berusaha memperkuat industri gim dan animasi lokal. IGRS sendiri merupakan sistem rating gim pertama dari negara di ASEAN.
Keduanya menandai komitmen Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menciptakan ruang digital yang aman sekaligus mendukung industri kreatif nasional.
Langkah-langkah ini menjadi pondasi penting dalam mewujudkan transformasi digital Indonesia yang inklusif, merata, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
