Fitur Kantong Dorong Kelas Menengah Lebih Disiplin Finansial
Di tengah tekanan ekonomi yang terus meningkat, kelas menengah Indonesia menunjukkan kecenderungan untuk semakin disiplin dalam mengelola keuangan.
Salah satu cara yang digunakan adalah memanfaatkan fitur kantong pada layanan perbankan untuk memisahkan dana berdasarkan kebutuhan dan tujuan tertentu.
Fitur ini membantu pengguna mengatur alokasi dana secara lebih terstruktur sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih terarah dan mudah dipantau.
Hasil survei Katadata Insight Center bertajuk Studi Perilaku Alokasi Keuangan di Fitur Bank DIgital menunjukkan, penggunaan fitur kantong memberikan dampak positif terhadap perilaku finansial masyarakat.
Salah satunya terlihat dari menurunnya proporsi masyarakat yang menyimpan uang tanpa alokasi yang jelas, dari 33,8 persen menjadi hanya 12,8 persen.
Artinya, semakin banyak pengguna yang mulai membiasakan diri menyusun rencana keuangan dan mengalokasikan dana sesuai kebutuhan sejak awal.
Mayoritas pengguna juga merasakan manfaat nyata dari fitur ini. Sebanyak 94,8 persen responden setuju bahwa fitur kantong membantu mereka lebih disiplin dalam menabung.
Selain itu, 95,8 persen responden menilai fitur ini memudahkan mereka mengontrol pengeluaran sehari-hari. Bahkan, 96,3 persen responden setuju bahwa fitur kantong membuat perencanaan keuangan menjadi lebih jelas, terukur, dan mudah dievaluasi.
Dari sisi motivasi penggunaan, alasan utama masyarakat memanfaatkan fitur kantong adalah untuk mendapatkan rasa tenang karena perencanaan keuangan telah dibagi ke dalam beberapa pos pengeluaran. Alasan ini disampaikan oleh 98,1 persen responden.
Selanjutnya, 96,9 persen responden menilai fitur kantong lebih praktis dibandingkan metode manual seperti menggunakan amplop atau pencatatan terpisah.
Sebanyak 94,6 persen responden menggunakan fitur ini untuk membantu mencapai tujuan finansial tertentu, seperti dana darurat, pendidikan, atau liburan.
Sementara itu, 91 persen responden mengaku kebiasaan mengatur uang dari keluarga turut memengaruhi keputusan mereka menggunakan fitur kantong.
Adapun, Bank Jago menjadi bank yang paling banyak disebut responden ketika membicarakan fitur kantong (top of mind) dengan persentase 53,1 persen.
Posisi berikutnya ditempati Blu by BCA Digital sebesar 14,1 persen, Livin’ by Mandiri 12,9 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa Bank Jago memiliki asosiasi yang paling kuat dengan fitur kantong di benak masyarakat dibandingkan bank-bank lain.
Secara keseluruhan, temuan survei ini menunjukkan bahwa fitur kantong tidak hanya menjadi alat bantu pengelolaan keuangan digital, tetapi juga berperan dalam membentuk kebiasaan finansial yang lebih sehat.
Dengan memisahkan dana ke berbagai pos kebutuhan dan tujuan, pengguna dapat mengontrol pengeluaran, meningkatkan disiplin menabung, serta merencanakan keuangan dengan lebih baik, jelas, dan terukur.
