Perbankan Indonesia Tetap Solid Saat Ramai Kekhawatiran Makro

Septiani Teberlina
9 Juli 2026, 09:01

Sektor perbankan nasional tetap menunjukkan ketahanan di tengah transformasi Danantara dan berbagai tantangan makroekonomi. Hingga Mei 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laba bersih industri perbankan tumbuh 4,96% secara tahunan (YoY), sehingga sektor ini masih mendapat rekomendasi Overweight dari analis.

Di antara bank-bank Himbara, BTN membukukan pertumbuhan laba bersih tertinggi, melampaui rata-rata bank umum nasional. Pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) BTN juga berada di atas rata-rata industri, mencerminkan penguatan kinerja perseroan di tengah dinamika pasar.

Secara keseluruhan, kinerja bank-bank Himbara masih mencatatkan tren positif. Bank Mandiri membukukan laba bersih dan penyaluran kredit terbesar, sementara BNI memimpin pertumbuhan DPK. Kondisi ini menunjukkan bahwa fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan kuat dan didukung oleh kepercayaan masyarakat yang terus terjaga.

Prospek sektor perbankan juga didukung pertumbuhan kredit nasional yang berada di batas atas target Bank Indonesia, peningkatan DPK, serta valuasi saham yang masih atraktif. Meski demikian, industri tetap perlu mengantisipasi pengetatan likuiditas yang diperkirakan berlanjut pada semester II 2026.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Arif Hulwan

Cek juga data ini