KOMIK: Perry Warjiyo Mundur di Tengah Tekanan Ekonomi

Puja Pratama
6 Agustus 2026, 12:31

Perry Warjiyo mundur sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Minggu, 26 Juli 2026. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membeberkan pengunduran diri Perry karena alasan pribadi. Sesuai ketentuan, posisi Perry untuk sementara diisi Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, hingga gubernur definitif terpilih.

Mundurnya Perry menambah daftar pergantian pejabat di sektor keuangan pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan gejolak pasar keuangan. Sebelumnya, Sri Mulyani mundur sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025, setelah menjabat sejak 2016.

Pergantian kemudian berlanjut ketika Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman juga mundur pada 30 Januari 2026.

Merujuk data TradingView per 6 Agustus 2026, nilai tukar rupiah telah melemah 7,18% secara year-to-date. Jika dibandingkan dengan awal tahun lalu, pelemahannya mencapai 9,92%. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan per 5 Agustus 2026 turun 27,36% secara year-to-date dan terkoreksi 11,28% dibandingkan awal 2025.

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai pengunduran diri Perry di tengah gejolak ekonomi memunculkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar. "Mengingat Pak Perry tidak menyampaikan sendiri pengunduran dirinya, nampaknya beliau diminta mundur. Paling tidak itu yang dipercaya pasar dan dunia usaha," kata Wijayanto pada 27 Juli 2026.

Menurut Wijayanto, kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran sebagian kalangan terhadap independensi Bank Indonesia di tengah dominasi kebijakan fiskal. "Sebagian kalangan bahkan khawatir presiden akan mendorong rezim capital control, sehingga harus dipilih gubernur baru," ujarnya.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menilai pelemahan ekonomi saat ini lebih banyak dipicu pelebaran defisit fiskal, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). BI, kata dia, tak bisa sepenuhnya disalahkan atas kemerosotan tersebut.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Bintan Insani

Cek juga data ini