INFOGRAFIK: Impor KRL Eks Jepang Kembali Diizinkan

Leoni Susanto
28 September 2026, 11:09

Komisi VI DPR RI menyetujui usulan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI untuk mengimpor rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang. PT KAI menyebut pengajuan impor ini sebagai solusi bridging untuk mengatasi kekurangan armada kereta Jabodetabek yang diproduksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA.

“Mendorong KAI untuk memenuhi kapasitas angkutan perkeretaapian, khususnya KRL Jabodetabek, dengan meningkatkan industri lokal dan melakukan impor rangkaian kereta bukan baru yang terintegrasi dan berkelanjutan,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VI bersama PT KAI, Rabu, 23 September.

PT KAI berencana mengimpor 23 rangkaian kereta yang terdiri dari tujuh rangkaian formasi 12 kereta (SF12) dan 16 rangkaian formasi delapan kereta (SF8). Salah satu pertimbangannya adalah kapasitas produksi dalam negeri oleh PT INKA yang belum memenuhi kebutuhan kereta di saat jumlah penumpang terus meningkat. Untuk diketahui, proyeksi penumpang KRL diestimasi mencapai 369 juta penumpang sepanjang 2026.

Sebelumnya pada 2023, PT KAI juga pernah merencanakan impor KRL bekas Jepang. Namun, rencana ini menuai polemik dan ditolak Komisi VI DPR RI. Saat itu, PT INKA dinilai mampu memenuhi kebutuhan armada KRL. Selain itu, audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyarankan agar impor KRL bekas tidak dilakukan sebab dapat berujung pembengkakan biaya perawatan dan suku cadang.

Pada tahun yang sama, kebutuhan pesanan rangkaian baru KRL PT KAI setidaknya mencapai 27 rangkaian kereta. Dari total pesanan kereta tersebut, kebutuhan 16 rangkaian dipesan dari PT INKA dan 11 rangkaian kereta akhirnya diimpor dari Cina lewat China Railway Construction Corporation Limited (CRCC).

Pesanan 11 rangkaian kereta impor CRCC telah beroperasi sejak 2025. Namun, 16 rangkaian kereta yang dipesan dari PT INKA mengalami kendala, di mana sembilan rangkaian belum diterima PT KAI sebab terlambat lebih dari setahun. Sedangkan tujuh lainnya telah beroperasi, tetapi sempat ditarik kembali.

“Kami terpaksa me-recall tujuh trainset INKA. Karena dalam pengecekan, kami menemukan ada komponen yang mempunyai potensi fatigue yang berpotensi mengganggu operasional kereta,” kata Direktur utama KAI Bobby Rasyidin dalam RDP bersama Komisi VI yang sama.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antoineta Amosella
Editor: Reza Pahlevi

Cek juga data ini