KOMIK: Kebakaran Hutan yang Tak Kunjung Padam

Puja Pratama
26 Oktober 2026, 11:30

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah belum kunjung teratasi meski telah berlangsung sekitar tiga bulan. Kabut asap mengganggu aktivitas masyarakat, membatasi jarak pandang, hingga berdampak pada kesehatan ratusan ribu orang. Presiden Prabowo Subianto menyoroti perusahaan pemegang konsesi yang berulang kali melanggar aturan dan mengancam akan mencabut izin mereka.

"Siapa pun kalau dia melanggar, sudahlah, cabut saja. Saya enggak ragu-ragu, saya cabut saja nanti," kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) pada 22 Oktober.

Sebelumnya, Prabowo juga mendorong penambahan jumlah polisi hutan hingga 70 ribu personel. Ia meminta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menindaklanjuti rencana tersebut. Ia juga meminta Kapolri membantu melatih polisi hutan.

Dampak karhutla yang dirasakan masyarakat tak main-main. Di Distrik Jagebob 10, Merauke, Papua Selatan, asap kebakaran membuat jarak pandang terbatas, terutama pada sore hari.

"Mulai jam tiga sore, kabutnya pekat. Kalau bawa kendaraan ke Kota Merauke saja, itu jarak pandangnya kira-kira hanya 200 meter," kata Vincent Kwipalo (65) kepada Katadata, 22 Oktober lalu.

Kementerian Kesehatan, di sisi lain, mencatat akumulasi 333.470 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak hingga 21 Oktober 2026. 

Kepulan asap karhutla di negara ini bahkan tertiup ke negara lain. Editor Katadata, Desy Setyowati, mengaku sempat menjadi sasaran keluhan sejumlah jurnalis dan warga negara tetangga terkait penanganan kebakaran hutan di Indonesia saat bertugas di Singapura awal Oktober lalu.

Persoalan kabut asap juga mendapat perhatian pemerintah Malaysia. Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, menyatakan akan membawa persoalan ini ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. "Kabut asap belum masuk klasifikasi bencana. Saya akan bawa ini ke KTT ASEAN," katanya, 12 Oktober lalu.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Bintan Insani

Cek juga data ini