8 Film Tentang Kemerdekaan Indonesia, Aksi Patriotik Melawan Penjajah

Film tentang kemerdekaan Indonesia mengajarkan sikap patriotisme dan nasionalisme dalam melawan penjajah. Mulai dari film Soekarno (2013) hingga Perburuan (2019), berikut rekomendasinya.
Image title
15 Agustus 2022, 09:34
Ilustrasi, poster film Merah Putih (2009), film tentang kemerdekaan Indonesia
IMDB
Ilustrasi, poster film Merah Putih (2009), film tentang kemerdekaan Indonesia

Menjelang hari kemerdekaan Indonesia, banyak berbagai aktivitas yang dapat dilakukan untuk merayakannya, salah satunya dengan menonton film tentang kemerdekaan Indonesia. Film-film ini terinspirasi oleh perjuangan melawan penjajah dan mencapai kemerdekaan.

Dengan menonton film tentang kemerdekaan Indonesia, kita dapat mempelajari sikap patriotisme dan nasionalisme serta mengusung nilai-nilai Pancasila. Berikut rekomendasi film tentang kemerdekaan Indonesia yang dapat disaksikan.

1. Soekarno (2013)

Film ini mengikuti kehidupan Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia, dari masa kecilnya hingga ia berhasil memproklamasikan kemerdekaan Indonesia bersama M. Hatta pada 17 Agustus 1945.

Bermula pada 1942, Pemerintah Hindia Belanda di Pulau Jawa menangkap Soekarno, seorang pemuda bercita-cita tinggi yang ingin membebaskan Indonesia dari penjajahan. Dia kemudian dimasukkan ke dalam Penjara Banceuy di Bandung, Indonesia.

Advertisement

Alih-alih meratapi nasibnya, Soekarno menemukan cara untuk melawan dengan menyampaikan orasi pembelaannya yang terkenal berjudul "Indonesia Menggugat" dalam persidangannya di Pengadilan Negeri Bandung Landraad.

2. Kadet 1947 (2021)

Dikutip dari Lembaga Sensor Film Indonesia, film Kadet 1947 menceritakan tentang para kadet angkatan udara di Maguwo, Jogjakarta, bernama Sigit, Mul, Adji, dan Har. Mereka ingin mencoba ikut mempertahankan Proklamasi kemerdekaan Indonesia dari agresi militer Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia pada 1947.

Para kadet sesungguhnya belum bisa ikut berperang karena statusnya masih taruna. Mereka hanya diperbolehkan membantu para seniornya dan tidak bisa menerbangkan pesawat. Sigit, yang mengetahui di desanya ada pesawat Jepang yang jatuh, mencoba mengajak kawannya untuk mengambil mesin pesawat tersebut.

Kisah patriotis para kadet ini diilhami peristiwa serangan udara pertama Angkatan Udara Republik Indonesia yang dilakukan oleh para kadet (calon penerbang Angkatan Udara) terhadap markas pertahanan Belanda di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa pada 29 Juli 1947.

3. Merah Putih (2009)

Merah Putih merupakan film tentang kemerdekaan Indonesia yang menjadi bagian dari rangkaian film "Trilogi Merdeka". Film ini menceritakan perjuangan melawan tentara Belanda pada tahun 1947.

Lima tokoh utama, Amir, Tomas, Dayan, Soerono, dan Marius, merupakan kadet yang mengikuti latihan militer di sebuah Barak di Bantir, Semarang, Jawa Tengah. Masing-masing memiliki latar belakang, suku, dan agama yang berbeda.

Suatu hari, kamp tempat mereka berlatih diserang tentara Belanda. Seluruh kadet terbunuh, kecuali Amir, Tomas, Dayan, dan Marius. Mereka yang selamat bergabung dalam pasukan gerilya di pedalaman Jawa. Disana, mereka menyusun strategi untuk mengalahkan pasukan Belanda.

4. Darah Garuda (2010)

Darah Garuda atau Merah Putih II merupakan film sekuel Merah Putih sekaligus film kedua dalam rangkaian “Trilogi Merdeka”. Masih mengikuti para pejuang, kali ini mereka terpecah oleh rahasia-rahasia dari masa lalu dan konflik rumit tentang kepribadian, kelas sosial dan agama.

Para kadet menerima tugas rahasia dari kantor pusat Jendral Sudirman untuk menyerang lapangan udara vital yang dapat membalikkan perlawanan para pemberontak melawan kezaliman dari Jenderal Van Mook pada Agustus 1947.

Melalui hutan belantara, mereka bertemu dengan pejuang lain dari separatis Islam dan sekutu baru. Meski demikian, keempat lelaki bersatu untuk melancarkan sebuah serangan nekat terhadap kamp tawanan milik Belanda, demi menyelamatkan para perempuan yang mereka cintai.

5. Hati Merdeka (2011)

Hati Merdeka menjadi film tentang kemerdekaan Indonesia terakhir dalam rangkaian “Trilogi Merdeka”. Setelah menyelesaikan berbagai misi dan kehilangan banyak pejuang, Tomas, Dayan, dan Marius diuji kesetiaannya dengan mundurnya pimpinan mereka, Amir.

Tanpa pemimpin dan dirundung kesedihan akibat kematian sesama pejuang, para kadet melakukan perjalanan ke Bali tempat Dayan tinggal untuk membalas dendam kepada Belanda. Tugas mereka yaitu membunuh Kolonel Raymer yang telah membunuh keluarga Tomas.

Tomas telah dipilih sebagai pemimpin baru. Sesampainya di Bali, golongan taruna ini menyelamatkan Dayu dari kekejaman Kolonel Raymer. Dalam misinya, golongan kadet ini berjumpa dengan pemimpin pemberontak bawah tanah bernama Wayan Suta.

Menghadapi rintangan dan konflik baru, film penutup ini menampilkan akhir cerita Tomas dan kawan-kawan dalam meraih kemerdekaan Indonesia.

6. Jenderal Soedirman (2015)

Jenderal Soedirman merupakan film biopik yang mengisahkan perjuangan Jenderal Soedirman dalam meraih kemerdekaan Indonesia. Dalam film ini, Belanda menyatakan secara sepihak bahwa mereka tidak lagi terikat dengan Perjanjian Renville dan menghentikan gencatan senjata.

Pada 19 Desember 1948, Panglima Angkatan Darat Jenderal Spoor Noord Simons memimpin agresi militer II untuk menyerang Yogyakarta, ibu kota Republik Indonesia saat itu. Belanda menangkap Soekarno-Hatta dan mengasingkannya ke pulau Bangka.

Mengetahui hal tersebut, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya selama tujuh bulan melawan Belanda, meski Belanda menyatakan bahwa Indonesia sudah tidak ada lagi. Dari dalam hutan belantara, Jenderal Soedirman menyiarkan bahwa NKRI masih ada dan tetap kokoh.

Jenderal Soedirman mengubah Jawa menjadi zona perang gerilya dan perlahan-lahan menghancurkan persediaan logistik Belanda satu per satu. Tentara Belanda menderita karena taktik gerilya yang terampil oleh Jenderal Soedirman.

Dengan persatuan TNI dan rakyat, Jenderal Soedirman memenangkan perang. Pada akhir agresi militer, perjanjian Roem-Royen ditandatangani, dan Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.

7. Battle of Surabaya (2015)

Battle of Surabaya menceritakan kepada petualangan Musa, seorang penyemir sepatu berusia 13 tahun yang spontan dan berani. Ia harus nafkah di bawah tekanan kebutuhan atau kemiskinan di era Perang Dunia II.

Suatu hari, Musa bertemu Yumna yang mengubah hidupnya menjadi perjalanan yang lebih berwarna. Musa memutuskan untuk mengambil pekerjaan sebagai kurir. Bukan kurir biasa, Musa mengantarkan surat-surat rahasia mengenai strategi perang 10 November 1945.

8. Perburuan (2019)

Perburuan merupakan film tentang kemerdekaan Indonesia dengan latar waktu enam bulan setelah kegagalan tentara Pembela Tanah Air (PETA) melawan Jepang. Akibatnya, Komandan Pleton Hardo terlu dan pulang ke kampung halamannya di Blora, Jawa Tengah.

Hardo menjadi buruan tentara Jepang, sehingga ia harus bersembunyi. Namun, tentara Jepang dapat menemukannya. Satu hari sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia, Hardo disuguhi kenyataan pahit tentang rahasia pengkhianatan ayah tunangan Hardo dan Karmin, sahabatnya.

Editor: Intan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait