Petrichor adalah Aroma Tanah Basah, Ini Penyebabnya
Air hujan yang turun ke bumi bermanfaat untuk makhluk hidup. Proses turunnya hujan terjadi karena adanya proses penguapan. Proses penguapan ini terjadi di permukaan bumi dari wilayah perairan, daratan, dan tumbuhan.
Fenomena air hujan yang turun ke bumi ini disebut sebagai petrichor. Petrichor adalah aroma khas yang kerap muncul saat fenomena hujan mulai terjadi. Biasanya ketika hujan turun, langsung tercium aroma tanah yang khas. Adapun aroma tersebut dihasilkan dari tanah yang basah karena hujan.
Proses terjadinya hujan ini melalui tiga tahapan yaitu evaporasi, kondensasi, dan presipitasi. Proses pertama adalah penguapan air yang ada di permukaan bumi disebut evaporasi. Uap air yang terkumpul kemudian menjadi awan. Ketika suhu semakin panas, semakin banyak air yang menguap.
Proses kedua adalah kondensasi yang menyebabkan terbentuknya partikel es. Kemudian partikel ini mendekat membentuk awan. Proses terakhir yaitu mencairnya butiran es di awan kemudian turun ke bumi. Proses presipitasi ini terjadi karena awan yang tidak bisa lagi menahan air, kemudian turun hujan.
Mengenal Petrichor
Petrichor adalah istilah untuk bau alami yang tercium ketika hujan turun membasahi tanah. Kata petrichor berasal dari bahasa Yunani, yaitu petra artinya batu dan ichor bermakna darah mulia para dewa dewi. Petrichor kini berkembang menjadi aroma unik tanah setelah hujan.
Dalam buku E-Modul Biologi Dasar Berbasis STEM, petrichor ditemukan oleh Isabel Joy Bear dan R.G. Thomas. Penelitian tentang petrichor ini dilakukan oleh sepasang ilmuwan asal Australia tahun 1964.
Mereka menemukan studi tentang aroma hujan. Dalam penelitian tersebut ada deskripsi fenomena aroma hujan yang disebut petrichor. Jadi, petrichor adalah aroma tanah basah setelah hujan turun.
Penyebab Petrichor
1. Bakteri
Petrichor disebabkan karena bau khas dari bakteri Actinomycetes. Jenis bakteri ini dapat tumbuh dan berserat di tanah. Ketika air hujan turun, spora-spora kecil berasal dari bakteri akan terlepas di udara yang lembab.
Ketika dihirup dan masuk ke indra penciuman, bakteri Actinomycetes dapat meningkatkan tingkat keasaman yang terdapat di air hujan. Sehingga dapat mempengaruhi bau hujan turun yang khas ketika dicium.
Hujan turun mengalami kontak langsung dengan debu dan zat kimia organik di tanah. Hal ini menimbulkan aroma khas yang keluar dari reaksi tersebut.
2. Senyawa Tumbuhan
Fenomena petrichor bisa terjadi karena ozon, senyawa di tanah, dan minyak tumbuhan. Mengutip dari zenius.net, tumbuhan dapat menghasilkan senyawa ketika musim panas. Ketika hujan tiba, senyawa ini dapat keluar dan tersebar ke udara.
Sehingga senyawa dalam tumbuhan ini menghasilkan aroma unik yang disebut petrichor. Kandungan senyawa tumbuhan adalah stearic acid dan palmitic acid, semacam asam lemak dengan rantai hidrokarbon.
3. Petir dan Ozone
Petir ternyata berkontribusi pada fenomena petrichor. Saat hujan ketika petir menyambar menghasilkan molekul diatomik. Petir menghasilkan oksigen dan nitrogen yang dibagi lalu membentuk nitric oxide (NO) dan ozone (O3)
