Skenario Tekan Emisi Melalui Mobil Listrik

Institute for Essential Services Reform (IESR) menyusun dua skenario dalam mencapai karbon netral melalui kendaraan listrik.
Image title
Oleh Fitria Nurhayati - Tim Publikasi Katadata
28 Juni 2021, 18:32

Program kendaraan listrik dapat berkontribusi pada upaya Indonesia mencapai nol emisi karbon. Untuk mewujudkannya, terdapat dua skenario yang disusun Institute for Essential Services Reform (IESR).

Pada skenario moderat, diproyeksikan penetrasi kendaraan listrik pada pasar mobil penumpang sebesar 14 persen dan sepeda motor sebesar 75 persen. Untuk mencapainya, kendaraan listrik akan mendapat pengurangan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPNBM) sebesar 15 persen dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dibebaskan hingga 2024.

Skenario moderat menargetkan pembangunan infrastruktur pengisian daya mencapai 28 ribu titik pada tahun 2050. Selain itu, akan ada pengenaan pajak karbon atas Bahan Bakar Minyak (BBM) selama 2021-2050 sebesar US$ 10-100 per ton CO2.

Pada skenario ambisius, proyeksi penetrasi pasar pada mobil penumpang mencapai 85 persen dan 92 persen pada sepeda motor. Untuk memenuhi proyeksi tersebut, IESR merekomendasikan kendaraan listrik dibebaskan dari seluruh jenis pajak sampai 2025 dan pajak kendaraan konvensional diperbesar.

Untuk skenario ambisius pada infrastruktur pengisian daya, ditargetkan mencapai 600 ribu titik pada 2050. Diiringi dengan pajak karbon BBM yang bertambah US$ 10-245 per ton CO2 selama 2021-2050.

Apabila pemerintah Indonesia menerapkan skenario ambisius, IESR memproyeksikan penurunan emisi sebesar 8,4 juta ton CO2 pada 2030 dan 49,5 juta ton CO2 pada 2050 dibandingkan dengan proyeksi business as usual (BAU).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.