Pembiayaan Berkelanjutan untuk Indonesia Hijau

Sustainable finance atau pembiayaan berkelanjutan mendukung upaya pembangunan ekonomi yang selaras dengan lingkungan.
Image title
Oleh Fitria Nurhayati - Tim Publikasi Katadata
22 November 2021, 09:53

Pembiayaan berkelanjutan atau dikenal juga dengan sustainable finance dikembangkan berbagai negara, termasuk Indonesia. Sistem ini merupakan dukungan jasa keuangan untuk mengembangkan ekonomi berkelanjutan, melalui menyelaraskan kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan, dengan menjalankan prinsip profit, people, planet.

Untuk memperluas jangkauan pembiayaan hijau, Indonesia menyusun berbagai cara. Seperti membuat Roadmap Keuangan Berkelanjutan 2021-2025 serta mengembangkan taksonomi hijau sebagai basis investasi berkelanjutan. Per 2021, sebanyak 15 bank telah bergabung dalam IKBI (Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia). Realisasi kredit hijau perbankan pun mencapai Rp 882 triliun.

Stakeholder yang terlibat dalam pembiayaan hijau bisa terus bertambah. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan pembangunan berkelanjutan tersebut, Indonesia membutuhkan biaya mencapai Rp 67,8 ribu triliun sampai 2030. Ditambah, berdasarkan survei BNP Paris Global, minat investor terhadap produk hijau naik 20 persen per 2021 yang diiringi dengan permintaan produk dan jasa ramah lingkungan yang turut meningkat.

Inisiatif pembangunan rendah karbon dilakukan pada bidang-bidang prioritas, terutama dalam hal tata guna lahan hutan dan gambut.

Di sejumlah daerah, berbagai inisiatif kolaborasi telah dijalankan dan menunjukkan bahwa kelestarian lingkungan bisa dicapai dengan tetap memperhatikan kesejahteraan warga.

Laporan lengkap dapat diunduh melalui tautan ini

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.