Pengiriman Ponsel Capai 650 Juta Unit Semester I 2021, Didominasi 5G

pengiriman ponsel 5G diperkirakan tumbuh hampir 130% pada 2021, karena adopsi jaringan 5G yang terus meluas ke berbagai wilayah.
Image title
11 Juni 2021, 08:57
Pengiriman ponsel pintar (smartphone) pada semester pertama 2021 diperkirakan mencapai 650 juta unit. Distribusi ini didominasi oleh smartphone berfitur internet generasi kelima atau 5G.
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
Warga berjalan di samping papan iklan penjualan ponsel di Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Pengiriman ponsel pintar (smartphone) pada semester pertama 2021 diperkirakan mencapai 650 juta unit. Distribusi ini didominasi oleh smartphone berfitur internet generasi kelima atau 5G.

Menurut laporan dari DigiTimes Research, pertumbuhan pengiriman smartphone pada kuartal pertama dan kedua tahun ini akan meningkat dua digit secara tahunan (year on year/yoy). Jika diakumulasi dalam setahun penuh, pengiriman bisa mencapai 1,32 miliar dan meningkat sebesar 6,4% yoy.

Pada semester pertama ini, pasar pengiriman smartphone dikuasai oleh lima produsen global, yakni Samsung, Apple, Xiaomi, Oppo, dan Vivo.  

"Raksasa teknologi ini telah melihat pertumbuhan kuat pada paruh pertama. Apalagi Xiaomi yang hampir menggandakan pengirimannya secara tahunan," kata DigiTimes dikutip dari Gizmochina pada Kamis (10/6).

Advertisement

Berdasarkan data Canalys, kelima produsen smartphone itu memang telah menguasai pasar pada kuartal pertama tahun ini. Pengiriman smartphone Samsung menjadi yang terbesar lantaran meningkat dari 59,6 juta unit menjadi 76,5 juta unit. 

Posisi Samsung diikuti Apple dan Xiaomi dengan pengiriman smartphone masing-masing sebanyak 52,4 juta unit dan 49 juta unit. Sedangkan, Oppo dan Vivo berhasil menjual sekitar 36-37 juta unit smartphone.

Selain itu, DigiTimes menyebutkan bahwa pada paruh pertama tahun ini, pengiriman smartphone didominasi oleh smartphone berfitur 5G. Dalam setahun penuh, pengiriman smartphone ini diproyeksikan akan mencapai sekitar 500 hingga 520 juta unit. "Ini akan menandai lonjakan signifikan sekitar 70-80% dibandingkan tahun lalu," kata DigiTimes.

Sedangkan, Apple diperkirakan akan memimpin segmen pasar smartphone 5G ini. Sejak tahun lalu, Apple memang sudah gencar memasarkan produk iPhone 12 dan iPhone 12 mini yang memiliki fitur 5G.

Sebelumnya, International Data Corporation (IDC) juga mengatakan bahwa keberadaan smartphone 5G akan mendongkrak pengiriman smartphone secara global tahun ini. Pengiriman ponsel diperkirakan meningkat 7,7% dibandingkan tahun lalu dan mencapai 1,38 miliar unit.

"Pengiriman meningkat karena terus ada dorongan kuat dari sisi pasokan menuju 5G," kata Vice President Program IDC Worldwide Mobile Device Trackers Ryan Reith dikutip dari laporan IDC pada Mei lalu (26/5).

Sedangkan, pengiriman ponsel 5G diperkirakan akan tumbuh hampir 130% pada 2021. Sebab, adopsi jaringan 5G akan terus meluas ke berbagai wilayah.

Tiongkok akan memimpin pasar smartphone 5G dengan hampir 50% pangsa pasar pada 2021. Kemudian, Amerika Serikat (AS) akan menyusul dengan pangsa pasar 16%.  

Pasar di negara lainnya seperti Eropa Barat dan Asia Pasifik selain Jepang dan Tiongkok juga dianggap signifikan. Kedua wilayah itu akan menguasai 23,1% pangsa pasar smartphone 5G di seluruh dunia pada akhir 2021.

Selain itu, melonjaknya penjualan ponsel 5G juga seiring dengan harga jual rata-rata ponsel yang mulai turun. IDC memperkirakan bahwa harga untuk perangkat Android 5G turun 12% secara tahunan menjadi US$ 456. Kemudian, harga rata-rata juga terus turun pada tahun depan menjadi di bawah US$ 400.

Selain smartphone 5G, ponsel lipat juga akan menjadi tren tahun ini. DigiTimes memperkirakan, pengiriman smartphone jenis ini akan mencapai 18 hingga 20 juta unit.

Untuk smartphone lipat, produsen asal Korea Selatan Samsung diproyeksikan memegang pangsa pasar. Samsung memang berencana merilis empat smartphone lipat tahun ini, yakni Galaxy Z Fold2, Galaxy Z Flip, Z Fold3, dan Z Flip3. 

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait