Pendapatan Data Kuartal I Turun, Laba Telkom Masih Naik Jadi Rp 6 T

Telkom mengalami penurunan pendapatan 0,73% pada kuartal I-2021 menjadi Rp 33,94 triliun dibanding periode sama tahun lalu.
Image title
28 Juni 2021, 19:18
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mampu mengantongi laba bersih mencapai Rp 6,01 triliun sepanjang triwulan I-2021.
Arief Kamaludin|KATADATA
Telkom Indonesia

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mampu mengantongi laba bersih mencapai Rp 6,01 triliun sepanjang triwulan I-2021. Catatan tersebut mampu tumbuh 2,59% dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 5,86 triliun.

Padahal, berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/6), pendapatan Telkom mengalami penurunan tipis 0,73% secara tahunan. Pada triwulan I-2021 pendapatan Telkom senilai Rp 33,94 triliun sedangkan periode sama tahun lalu Rp 34,19 triliun.

Pendapatan Telkom berasal dari bisnis telepon senilai Rp 4,35 triliun triwulan I-2021 atau mengalami penurunan hingga 23,47% dari Rp 5,68 triliun. Lalu, pendapatan interkoneksi Telkom senilai Rp 1,82 triliun atau merosot hingga 10,97% dari Rp 2,05 triliun.

Pendapatan lainnya, yaitu dari penjualan data, internet, dan jasa teknologi informatika yang totalnya mencapai Rp 19,14 triliun. Pendapatan utama Telkom ini tercatat mengalami penurunan 0,31% dari Rp 19,2 triliun pada tiga bulan awal tahun lalu.

Advertisement

Telkom mencatat pendapatan dari bisnis Indihome senilai Rp 6,34 triliun pada tiga bulan awal tahun ini. Nilai tersebut mengalami kenaikan signifikan 25% dari pendapatan Indihome senilai Rp 5,07 triliun pada triwulan I 2020.

Selain mengalami penurunan pendapatan, beberapa pos biaya dan beban malah mengalami kenaikan. Seperti beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi yang menggerus profitabilitas mencapai Rp 8,45 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan hingga 2,42% dari Rp 8,25 triliun.

Selain itu, beban penyusutan dan amortisasi senilai Rp 7,28 triliun pada triwulan I-2021 atau naik 6,38% dari Rp 6,84 triliun. Pos beban lain yang naik adalah beban karyawan senilai Rp 3,5 triliun atau naik 1,42% dari Rp 3,45 triliun.

Alhasil, perusahaan telekomunikasi milik pemerintah ini mengantongi laba usaha senilai Rp 11,69 triliun dalam tiga bulan pertama tahun ini. Catatan tersebut mengalami penurunan 1,93% dari periode sama tahun lalu senilai Rp 11,92 triliun.

Laba bersih pada triwulan I-2021 tercatat mengalami kenaikan disebabkan biaya pendanaan dan beban pajak penghasilan yang mengalami penurunan. Biaya pendanaan tahun ini senilai Rp 982 miliar, padahal tahun lalu Rp 1,21 triliun.

Lalu, beban pajak penghasilan Telkom tercatat Rp 2,42 triliun atau menyusut 7,4% dari Rp 2,62 triliun. Pajak tersebut terdiri dari pajak kini senilai Rp 2,24 triliun dan sisanya pajak tangguhan senilai Rp 186 miliar.

Telkom tercatat memiliki jumlah aset mencapai Rp 257,84 triliun pada Maret 2021 atau mengalami kenaikan dari Rp 246,94 triliun per Desember 2020. Aset Telkom mayoritas merupakan aset tidak lancar yang nilainya mencapai Rp 199,78 triliun sedangkan aset lancar Rp 58,06 triliun.

Sementara itu, jumlah liabilitas Telkom tercatat senilai Rp 129,95 triliun per Maret 2021 atau naik dari Rp 126,05 triliun per Desember 2020. Liabilitas jangka pendek senilai Rp 72,55 triliun sementara liabilitas jangka panjang Rp 57,39 triliun.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait